Juju&Jeje

Juju&Jeje

  • WpView
    Reads 4
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Feb 13, 2019
**** "Je, Kata orang dalam sebuah persahabatan pasti ada salah satu dari mereka ada yang suka, Apa Jeje suka sama Juju?". "Mana mungkin Jeje suka sama Juju, Kan kita udah janji agar kita nggak saling suka". * ---------------------------------------------------------- Mereka saling mencintai, bahkan waktu mereka berumur 7tahun. Dan Sekarang umur mereka sudah 22 tahun. Namun, mereka masih belum bisa mengungkapkan perasaan masing masing. Karena, mereka saling memiliki janji yang sudah mereka ikat waktu mereka Smp. Mereka ingin mengungkapkan perasaan mereka, Tapi mereka tidak mampu. Mereka hanya berharap agar keajaiban datang kepada mereka. Karena hingga saat ini salah satu dari mereka, tidak tau perasaan mereka masing masing. *** ...
All Rights Reserved
#224
frienship
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Taken Slowly
  • He is not My Best Friend (End)
  • Ke Tiga Penjaga Ku
  • DIKHA
  • Kisah Klasik Dua Bulan Terakhir
  • Loving in Silence [THE END]
  • Love's Serendipity
  • DEVIAN [END]
  • Tentang Rasa [TAMAT]

MAUVE Diawali dengan jatuh cinta pada pandangan pertama. Di atas bus pada suatu sore sepulang latihan tari. Aneh rasanya, gue yang suka nge-cover dance K-Pop di media sosial dan cuma buka buku pelajaran kalau besok ada ujian, naksir cowok yang selalu peringkat satu di kelas dan hobinya adalah belajar. Tapi, cinta emang kayak gitu, 'kan? Memunculkan hal-hal baru yang lo enggak tahu ada di diri lo. MILO Jatuh cinta sama sahabat sendiri dan ketahuan? Dan, demi menyelamatkan muka, mau-mau aja diajak pura-pura pacaran sama teman sekelas yang terang-terangan naksir elo? Yap, tepat itulah yang gue lakukan. Kesalahan besar karena hidup gue yang tenang jadi berisik seketika. Cewek satu itu begonya enggak nanggung-nanggung dan mulutnya enggak pernah berhenti ngomong. Yang ada di otaknya cuma nari dan malas-malasan. Kemudian, pada satu titik, mendadak aja kehadirannya bikin gue terbiasa.

More details
WpActionLinkContent Guidelines