Puisi Kemiskinan

Puisi Kemiskinan

  • WpView
    LECTURAS 162
  • WpVote
    Votos 1
  • WpPart
    Partes 1
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación lun, dic 25, 2017
Mahasiswa dan semesteran Matanya memerah Menerka-nerka Kakinya bergetar Menggigil Memikirkan nasib lembaran kertas yang belum diambil Ia tak boleh menangis Karena dipaksanya melunasi biaya tuntas Mahasiswa-mahasiswa kecil Rengek meminta lunas Sementara yang di atas Masih tidak ingin memberi kertas Mereka memelas Memenuhi ruangan Memenuhi siang Menjelma jerit-jerit di hatinya Menjadi sesak, sumpak dan sulit bernapas Para penjaga kertas membungkam Mengusirnya Mencacinya Memakinya Dengan ganas Ibu, bapak Tolong berikan aku selembar kertas merah itu, agar aku bisa tuntas dan bernapas Do'a si kecil di ujung deritanya.
Todos los derechos reservados
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • Zefanoya's story
  • ISTRIKU ANAK SMA ( TAMAT )
  • CHAOS | Who's The Princess?
  • Takdir Cinta [Completed]
  • RUMPANG RAMPUNG
  • Tentang Kita (Selesai)
  • HIJRAH UNTUKMU
  • l Love you mba toxic

"gue cape kak gue mau mati gue mau ikut ibun gue dan gue gapunya tujuan gaada yang sayang sama gue"ucap zenoya sambil menangis tersedu sedu dipelukan zefano. "ayo zenoya lo bisa bahagia buktiin lo bisa bahagia lo gapantes buat sedih terus,gue bakal buat lo bahagia sampai lo lupa kalo lo pernah sesakit ini bahkan gue bakal wujudin wishlist yang lo belum pernah wujudin jadiin gue alasan buat lo bertahan zen gue suka sama lo".ucap jefano sambil memeluk zenoya yang kini bertambah nangis.

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido