Puisi Kemiskinan

Puisi Kemiskinan

  • WpView
    Reads 162
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Dec 25, 2017
Mahasiswa dan semesteran Matanya memerah Menerka-nerka Kakinya bergetar Menggigil Memikirkan nasib lembaran kertas yang belum diambil Ia tak boleh menangis Karena dipaksanya melunasi biaya tuntas Mahasiswa-mahasiswa kecil Rengek meminta lunas Sementara yang di atas Masih tidak ingin memberi kertas Mereka memelas Memenuhi ruangan Memenuhi siang Menjelma jerit-jerit di hatinya Menjadi sesak, sumpak dan sulit bernapas Para penjaga kertas membungkam Mengusirnya Mencacinya Memakinya Dengan ganas Ibu, bapak Tolong berikan aku selembar kertas merah itu, agar aku bisa tuntas dan bernapas Do'a si kecil di ujung deritanya.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • RUMPANG RAMPUNG
  • "Seribu Detik Setelah Kamu Pergi"
  • TENTARAKU dan CINTAKU (COMPLETE)
  • Zefanoya's story
  • REIN
  • Tentang Kita (Selesai)

Untuk hati yang pernah hancur Maupun yang sedang hancur Yang tinggal kepingan Mari nikmati bersama Tiap kepingan yang tercipta Akibat pengkhianatan Akibat kepergian Akibat kehilangan Mari rasakan tiap lekuk pahitnya Hingga nanti saat sudah waktunya Kepingan tersebut kembali terisi Dengan kepingan hati yang lain Yang tak akan pernah meninggalkan Yang tak akan pernah menyakiti Dan kelak kau akan beruntung Menikmati tiap proses Patah hati.

More details
WpActionLinkContent Guidelines