ALTARAIN (Slow Update)

ALTARAIN (Slow Update)

  • WpView
    Reads 265
  • WpVote
    Votes 70
  • WpPart
    Parts 9
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Aug 15, 2018
HAPPY READING ALTARAIN ✒ First story from me ✒ Hasil pemikiran otak sendiri ✒ DONT COPY MY STORY! ✒ PLAGIAT di larang mendekat ✒ Dont forget to vote and comment Cover by : @naliisaa *** "Tunggu" teriak Altar Perempuan yang memakai swater dusty itu pun sontak memberhentikan langkah nya. Belum sempat menoleh , Altar berkata "Gue anterin pulang ya?" "Please gue mohon, lo mau gue anterin pulang" Perempuan itu kaget , berani sekali dia berkata seperti itu. Mau mengantar nya pulang, sementara kenal pun belum tentu iya. Perempuan itu yakin, jika ada kakak di samping nya. Pasti akan menghabisi lelaki itu. Perempuan itu menoleh "Lo Rai-na?" Ujar Altar Kaget "Altar?" *** Dibuat tanggal 18.05.18
All Rights Reserved
#470
hurts
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Perihal Dia Dengan Sejuta Tawa (END)
  • I'm a Girl, Bos!
  • Daniel
  • Gone(✔)🔚
  • GALANG [SELESAI]
  • GITA OLIVIA [END]✅
  • Kalaya [END]
  • LEORA (New Version)
  • Sea For Blue Whales [TERBIT]
  • The enemy is my love

💢Stop plagiat "Aku hanyalah rumah yang tak pernah dipilih untuk pulang." "Hidup tanpa bisa mengingat apapun, apa masih bisa disebut hidup?" Karel tumbuh sebagai anak yatim piatu, hidup di antara orang-orang yang ia temui setiap hari namun tak pernah benar-benar terasa dekat. Yang ia bawa hanya satu harapan sederhana, memiliki rumah selayaknya. Harapan itu seolah terjawab ketika ia diangkat menjadi bagian dari keluarga Winata. Namun alih-alih disambut sebagai keluarga, Karel justru harus lebih dulu menghadapi penolakan dari saudara-saudaranya sendiri. Setiap langkahnya menjadi pembuktian, setiap keberadaannya selalu dipertanyakan. Dan ketika ia hampir percaya bahwa usaha dan kesabarannya akan berbuah, takdi kembali mengambil alih. Ia dipaksa menerima kenyataan yang jauh lebih menyakitkan, bahwa ada hal-hal dalam hidup yang tak bisa ia diperjuangkan, selain hanya bisa pasrah. SEBELUM LANJUT JANGAN LUPA FOLLOW DULU..

More details
WpActionLinkContent Guidelines