Our Feelings

Our Feelings

  • WpView
    Reads 357
  • WpVote
    Votes 35
  • WpPart
    Parts 17
WpMetadataReadComplete Wed, Jan 31, 2018
"Dasar taik unta, kotoran kuda, gue gak mau punya anak banyak!!" kesal Vio "Yailah ini anak..." gumannya tapi masi bisa di dengar Vio "Apa?" tanya Vio dengan pelototan "Yaudah jadi mau gak?" "Yah maulah" jawab Vio dengan wajah kesal "Eh?" cengo Axell "Apa lagi? Lola banget sih otak lo, dasar udang" umpat Vio dengan wajah datar °°°°°°°°°° Dua ingsang yang sudah terikat dari kecil harus berpisah di masa lalu karena satu kejadian Membutuhkan waktu yang lama untuk mereka berdua kembali bersama, tapi dua hati itu tetap saling merindu walaupun banyak masalah yang menimpa Dan Mereka berdua sama-sama misterius, tidak banyak yang tau apa dan siapa mereka itu pada saat dewasa, hanya mereka dan Tuhan saja yang tahu °°°°°°°°°°
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Ciel Wiratama or Ciel Pradipta
  • Kamu
  • Tiga penjaga papa (END)
  • Jodoh Untuk Adel (END)✅
  • Semesta untuk sean
  • RYUZIE
  • Queen And Her Devil Boy {Completed)
  • BabysitterBoy
  • Twins of Protective Family
  • Luka Yang Tak kunjung Membaik

Seorang anak berusia 15 tahun yang memiliki kehidupan sederhana, dia juga kurang mendapatkan kasih sayang dari kedua orang tuanya, bahkan orang tuanya tega memukulinya untuk melampiaskan emosi mereka. Suatu hari dia tidak sengaja menolong seseorang yang lebih muda dari dia satu tahun dari pembullyan yang terjadi di sebuah gang kecil. Yang dimana ini dapat merubah kehidupannya. "Dad! Aku ingin seorang kakak" pintanya kepada Daddy nya "Kau sudah memiliki dua kakak apa masih kurang?" Jawab Daddynya Pasalnya Ia tau bahwa anak mereka tidak akan meminta apapun kecuali mereka tertarik akan sesuatu "Ya, kurasa yang ini berbeda Dad" jawabnya sekali lagi "Baiklah, kalau kau ingin mempunyai kakak lagi, tapi siapa?" Dia menyetujui permintaan si bungsu "Ciel Dad" dia memberikan nama orang yang akan menjadi calon kakaknya nanti Disisi mansion lain "Pa, aku ingin adek" ujar si kembar kakak "Kau ingin seorang adik?" Tanyanya kepada sang kembar kakak "Ya, namanya Ciel Pa" ucapnya dengan tegas "Baiklah, Papa akan mencari data anak itu" ucapnya menyetujui permintaan sang Anak Sekaligus dia penasaran kenapa anak kembarnya ini meminta seorang adik, semenarik apa dia? Bagaimana nasib Ciel kedepan nanti? Ia akan dihadapkan oleh keluarga yang sangat posesif terhadapnya karena sifat Ciel yang polos dan lugu itu tapi ia juga nakal dan tengil.

More details
WpActionLinkContent Guidelines