Our Feelings

Our Feelings

  • WpView
    Reads 359
  • WpVote
    Votes 35
  • WpPart
    Parts 17
WpMetadataReadComplete Wed, Jan 31, 2018
WpInfo
Fiction
Romance
"Dasar taik unta, kotoran kuda, gue gak mau punya anak banyak!!" kesal Vio "Yailah ini anak..." gumannya tapi masi bisa di dengar Vio "Apa?" tanya Vio dengan pelototan "Yaudah jadi mau gak?" "Yah maulah" jawab Vio dengan wajah kesal "Eh?" cengo Axell "Apa lagi? Lola banget sih otak lo, dasar udang" umpat Vio dengan wajah datar °°°°°°°°°° Dua ingsang yang sudah terikat dari kecil harus berpisah di masa lalu karena satu kejadian Membutuhkan waktu yang lama untuk mereka berdua kembali bersama, tapi dua hati itu tetap saling merindu walaupun banyak masalah yang menimpa Dan Mereka berdua sama-sama misterius, tidak banyak yang tau apa dan siapa mereka itu pada saat dewasa, hanya mereka dan Tuhan saja yang tahu °°°°°°°°°°
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Suamiku Amnesia (REPOST)
  • Kamu
  • Twins of Protective Family
  • Ciel Wiratama or Ciel Pradipta
  • [1]Stupid Wedding
  • BabysitterBoy
  • Semesta untuk sean
  • It's True Love With Ketos
  • Luka Yang Tak kunjung Membaik

Follow dulu sebelum baca! Naila yang sejak dulu selalu menerima hinaan dari Darel terpaksa harus menikah dengan pria itu akibat mereka kepergok warga sekitar tengah berbuat hal tidak senonoh di dalam mobil. Saat itu Naila terpaksa menerima tawaran Darel untuk menjadi jalang pribadinya demi sang Ibu. Pada akhirnya mereka memutuskan untuk menikah diam-diam, bahkan tanpa sepengetahuan orangtua Darel. Sampai suatu hari Darel tiba-tiba hilang ingatan. Apakah Naila akan memanfaatkan kesempatan ini untuk kabur dari kekangan Darel yang hanya menganggapnya sebagai pemuas nafsu saja? Atau justru memilih bertahan sembari membantu Darel mengingat kembali tentang pernikahan rahasia mereka. "Bayi ini anakmu, Nai?" -Darel- "Iya." -Naila- "Siapa ayahnya?" -Darel- "Kamu tidak perlu tahu!" -Naila-"Kenapa anakmu begitu mirip denganku? Oh, atau jangan-jangan dia adalah anak dari papaku? Cih, jadi sekarang kamu menggantikan ibumu menjadi simpanan papaku? Dasar tidak tau malu, ibu dan anak sama saja!" -Darel- "Bagaimana bisa kamu langsung menyimpulkan kalau anak ini adalah anak dari papamu? Hanya karena anak ini begitu mirip denganmu? Dasar gila!" -Naila- "Sudahlah, jangan mengelak lagi. Sudah pasti dia adikku, dasar murahan!" -Darel- "Terserah, capek ngomong sama batu. Tapi yang pasti, anak ini bukan anak dari papamu!" -Naila-

More details
WpActionLinkContent Guidelines