Aquella-Arius (Aquarius)

Aquella-Arius (Aquarius)

  • WpView
    LECTURAS 3,020
  • WpVote
    Votos 15
  • WpPart
    Partes 2
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación vie, ago 27, 2021
WpInfo
Ficción
Romance
Tentang keegoisan yang diperlukan untuk menyelamatkan sebuah perasaan. ~ Aquella, perempuan bertubuh kecil yang menjatuhkan hatinya pada salah seorang senior di sekolahnya. Arius Deandra Bagaskara, lelaki cuek, dingin, namun memiliki paras yang memukau. Awalnya Arius menganggap Aquella hanya sekadar iseng untuk mendekatinya, sama seperti perempuan lain. Namun, lambat laun sebuah rasa tumbuh di hatinya. Siapa sangka, kedekatan mereka, malah mempertemukan Aquella pada pemeran utama di masa lalunya. ~ "Ell, gue boleh jadi orang egois gak sih?" tanya Arius. Aquella tertawa sekaligus heran, "Lho, buat apa? Kak Ar aneh." 'Gue mau jadi orang egois buat bisa terus sama lo, Ell. Gue capek harus mengalah buat Ian,' batin Arius.
Todos los derechos reservados
#151
egois
WpChevronRight
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • Ex or New? [REVISI]
  • New World [REVISI]
  • After School [END]
  • THREE GIRLS AND ALL STAR  [REVISI]
  • Dear Athalla [New Version] HIATUS
  • Bara [REVISI]
  • Friendship
  • UNDO
  • ALFHASSA

Ubur-ubur ikan lele, mampir dulu lee.. Apa rasanya saat seseorang yang dulu kamu anggap segalanya, perlahan berubah jadi orang asing? Alea tahu rasanya ditinggalkan tanpa penjelasan. Dikhianati oleh diam yang menyakitkan. Saat Zayn, laki-laki yang pernah ia percaya akan jadi akhir ceritanya, memilih pergi tanpa kata pamit, Alea belajar cara menyembuhkan luka sendiri. Namun hidup selalu punya kejutan. Saat semua tentang masa lalu perlahan ia kubur, muncul seseorang yang tak pernah ia duga. Alegra. Dingin, menyebalkan, tapi... perlahan jadi tempat Alea berlabuh. Tapi bagaimana jika bayang-bayang masa lalu belum benar-benar selesai? Saat Alea harus memilih, antara bertahan pada kenangan, atau membuka hati untuk seseorang yang baru. Kadang, pertanyaan terbesar bukan tentang siapa yang datang, tapi siapa yang layak untuk tetap tinggal. Alegra memasukan tangannya ke dalam saku hoodie-nya. "Udah cukup ngobrolnya. Nanti kita ketemu lagi." Alea mendengus. "Siapa yang bilang kita bakal ketemu lagi?" Alegra menyeringai. "Takdir." Jangan lupa vote, komen, and follow juga akunnya. See you..

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido