Celoteh bahasa

Celoteh bahasa

  • WpView
    LECTURAS 184
  • WpVote
    Votos 29
  • WpPart
    Partes 10
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación jue, abr 26, 2018
pernahkah kamu membaca puisi? suatu gugusan kata yang indah menari. menciptakan suatu jagat yang lain. mampu membawa kita ke dimensi yang benar benar berbeda. tapi pernah terlintaskah sejenak olehmu? adakah puisi tentang pulpen? atau gorengan? atau kulit pisang? oleh karna itu izinkan lah aku disini. seorang penikmat sastra yang sudah agak miring akalnya. mencoba untuk berbagi ke anehan pikiranku dengan kalian semua. mungkin hanyalah kutipan atau celoteh yang nantinya akan aku berikan. Jangan coba terlalu diresapi, Celoteh hanyalah celoteh. Yang mungkin tidak ada artinya. Tapi bila kau memang bingung.. Ga pa-pa kok, yang nulisnya juga sama bingung, cuma dibaca doang juga udah syukur saya mah.
Todos los derechos reservados
#315
bahasa
WpChevronRight
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • CERPEN (END)
  • Puisi 'tuk kau, Yang merindu
  • harapan yang pupus
  • Almost.
  • Cinta Berbalut Puisi
  • TENTANGMU YANG PERNAH ADA
  • Sasmita Nivriti
  • Senja (Diangkat Dari Kisah Nyata)
  • Langit Pemisah【END】[Sudah terbit]

Pernah gak sih kamu suka sama seseorang tapi hanya sebatas rasa dan gak pernah bisa mengungkapkannya, mungkin ajah kamu takut tapi sebenarnya juga malu jika harus berhadapan langsung sama orang yang kamu sukai jadinya kamu cuma berusaha buat nutupin perasaan kamu dan sekedar diam dan canggung atau awkward jika berhadapan sama orang yang kamu sukai alhasil kamu jadi terlihat seperti orang absurd dan aneh diharapkannya. Aku adalah puisi bersyair harapan, bersajak rindu, serta berbaiat kenangan dan masa lalu, mencoba melupa namun tak kuasa, hanya dapat menggenggam kenangan dan masa lalu dalam harapan rindu yang ingin ku ubah menjadi kenyataan. Namun aku sadar masa lalu tetaplah sebuah masa lalu, tak perlulah berharap banyak padanya jikapun nantinya dia kembali datang kisahnya jelas sudah tak sama. Lantas kenapa hati ini tak ingin berhenti berharap, padahal ia sendiri tahu bahwa masa lalu telah meninggalkannya. Dan yang meninggalkan semestinya tak untuk dikejar bukan?. Bukan kisah Romeo dan Juliet yang kisahnya apik tertulis dan juga di filmkan, bukan pula tentang Rama dan Shinta yang termasyhur. Bukan orang kaya, cuma orang biasa, bukan penulis tapi hanya seseorang yang ingin meluapkan setiap perasaan lewat bait kata-kata dan juga goresan tinta yang tertulis bersama hati dan juga perasaan. ***

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido