Catatan Senja

Catatan Senja

  • WpView
    Reads 4,390
  • WpVote
    Votes 287
  • WpPart
    Parts 14
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Oct 4, 2018
Pada tiap garis jingga menuju malam, doa dan harap selalu aku rebahkan untukmu kepada Allah. Senja mengajarkan kesabaran dalam penantian, dan kau pun sama. Kisah ini kumulai dengan damai, dari bangku tua di padang gersang tak bertuan di senja hari. Perjalanan penantian yang aku rajut dan rangkai dalam melodi indah sebuah rindu. Aku menikmati penantian dalam diamku, bersama goresan penaku tiap senja menghampiri.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Sepertiga Malam Tentangnya
  • Rindu Yang Tak Pernah Diam
  • Kala Senja Hilang [REVISI]
  • Assalamualaikum My Future Imam [ SUDAH TERBIT]
  • Sinar Cinta Hulya
  • Percayalah [Completed√]
  • BUKAN SENJA BIASA [ SELF REMINDER ]
  • With You Until Jannah √ || End
  • Untuk Dia Yang Tak Bisa Kusebut Namanya

#1 in fisabilillah (29/09/20) CERITA SUDAH TERSEDIA DI DREAME DENGAN VERSI YANG LEBIH LENGKAP DAN SUDAH DIREVISI. KETIK JUDULNYA DI PENCARIAN LANGSUNG, YA:) •°•°•°• Kala fajar belum terbit, masih bersembunyi di balik pekatnya gulita. Di pagi buta, sang angin memeluk hangat para pemilik raga. Menggenggam angan. Memupuk berjuta harapan. Melangitkan doa ke angkasa Tuhan. Membisikkan sesuatu pada bumi, melalui sujud di hadapan sang Ilahi. Bergumam bersama angin, bercerita pada semesta melalui suara hati. Tahukah kamu, hal apakah di balik semua itu? Jawabannya ialah kamu. Kamu yang selalu berada di balik kata "semoga". Kamu yang tetap menjadi "Aamiin" teristimewa. Izinkan aku meminjam namamu, untuk ku perbincangkan bersama Rabb-ku kala sepertiga malam menyapa tidurku dengan lembut. Perihal lenganku yang belum bisa meraih pelukmu, maka izinkan aku mencintaimu dalam diam, mendekapmu dalam doa, dan memelukmu dalam sujud. •°•°•°• Bibirnya nampak menerbitkan senyum kecil sembari menatap gelapnya langit malam dari jendela kamar. Balutan mukenah masih memeluk raganya. Ia baru saja berbincang dengan Allah melalui perjumpaan doa. "Sepertinya, Allah menciptakanmu saat tersenyum. Sehingga kamu semanis itu, sehangat itu, semenyejukkan itu, juga semerindukan itu." "Setelah sholat tahajjud tidur, ya. Selamat malam, kamu." • Keisya Savierra Assalafiyah • •°•°•°• No copy paste guyss!! Buat karya dengan ide dan pemikiran kalian sendiri!

More details
WpActionLinkContent Guidelines