We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
Death Pick
  • WpView
    Reads 119
  • WpVote
    Votes 8
  • WpPart
    Parts 8
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Jun 30, 2019
WpInfo
Fiction
Action and Thriller
Mengisahkan tentang kehidupan anak bernama Adam berumur 13 tahun yang terkena penyakit pilihan kematian (death pick) dari kecil. jadi anak yang telah terkena penyakit ntuh dapat melihat siapa yang akan mati dan pasti ada pilihan a. Menolong b. Biarkan Kalau tidak hati hati dialah yang akan dibunuh. Tetapi ada satu hal yang tidak diketahui oleh Adam karena orang yang telah terkena penyakit ini harus dapat membunuh setidaknya 1 orang pembunuh sebulan. Ingin tau yang lain baca dulu cerita oe yak.
All Rights Reserved
#322
me
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Retrouvailles
  • MSH (Masa SekolaH) || Hiatus ||
  • ALZEA
  • BarraKilla
  • Pesan Terakhir dari Abang (Berhenti Permanen)
  • The Secret Stalker

Samuel menyimpan terlalu banyak luka. Papanya berselingkuh. Mamanya memilih mengakhiri hidup. Saat dewasa, ia dipaksa tunduk pada tuntutan dan perjodohan yang tak pernah ia inginkan. Lalu datang Lyodra. Siswi baru yang diam-diam menyimpan satu fakta paling menyakitkan dalam hidup Samuel: dia adalah anak dari perempuan yang menghancurkan keluarganya. Dan dari situlah semuanya dimulai-kekacauan, luka-luka lama yang terbuka lagi, hingga pilihan-pilihan pahit yang harus diambil. Dendam membuat Samuel mendekat. Tapi rasa bersalah justru tumbuh bersamaan dengan rasa lain yang tak ia pahami. Semuanya semakin rumit saat Lyodra menunjukkan dua garis merah di testpack miliknya. "Lo hamil, kan?" tanya Samuel. Lyodra tak sanggup menjawab, hanya menatap nanar testpack di pangkuannya-benda yang seharusnya sudah ia buang sejak dulu. Tapi hasilnya tetap sama. Masih ada kehidupan kecil di dalam dirinya. "Gugurin," ucap Samuel dingin. "Gue punya kenalan dokter. Besok sepulang sekolah kita ke sana."

More details
WpActionLinkContent Guidelines