Sebuah Pendewasaan

Sebuah Pendewasaan

  • WpView
    Reads 951
  • WpVote
    Votes 6
  • WpPart
    Parts 11
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Mar 9, 2018
Seperti inikah diri ini. Selalu terhina dan terinjak-injak seenaknya oleh orang yang tak kupahami. Ataukah diri ini yang terlalu lemah menghadapi semua cobaan yang sedang menerpa. Selayaknya, kuingin hidup seperti mereka yang selalu bisa menerima kenyataan. Aku yang kuat dan tegar dalam menghadapi segalanya. Ingin ku diperlakukan bagaimana mereka memperlakukan mereka, bukan halnya denganku. Tak bisa kupungkiri. Diri ini begitu paham dengan asumsi masalah ada menjadikan kita lebih kuat. Rasa sakit itu memang harus ada. Mengertikan diri ini Ya Allah. Bagaimana agar ini tak terasa sakit? Diri ini paham kalaulah ini adalah sebuah pendewasaan. Diri ini sedang menderita. Diri ini harus paham kalau ini memang harus terjadi. Ternyata, begitu lemahnya diri ini sebagai manusia. Haruskah diri ini menyalahkan? Perubahan drastis dalam kehidupanku, ya hanya diri ini yang tahu. Belajar dari rasa tulus untuk tidak melihat kekurangan. Belajar bagaimana diri ini harus memaafkan. Belajar bagaimana diri ini harus rela menerima. Diri ini selalu mengharapkan sebuah ruang, walaupun kecil, tepatnya di hati kalian semua. Tidak pantaskah diri ini berdiri sejajar menyongsong hari esok bersama kalian? Rasa senang dan doa yang tulus selalu diri ini panjatkan agar semuanya lebih baik.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Sudut Luka Nazea
  • I WONT GIVE UP
  • Menulis untuk Diri Sendiri
  • save me
  • 31 Months for You (Revisi)
  • Pe(luka)n ✔ [NEW]
  • Behind the Silence
  • Garis Singgung
  • ANDAI AKU PUNYA KESEMPATAN LAGI (TAMAT)
  • HOME FOR WOUNDS
  • The Love Story" Kurus & Mancung"
  • Masih Ada Kamu di Setiap Luka [TAMAT]
  • BLACK LIFE✓
  • Surat Cinta untuk Diriku Sendiri
  • ANTARA DOA DAN RASA
  • Truth After Love, Kiara and Zaki (Tamat)
  • Bitch Daughter (Putri Kupu-kupu Malam) SELESAI✓
  • Hijrah Cinta Sang Akhwat Fillah

"ketakutan terbesar seorang anak adalah perpisahan orang tuanya. Kehilangan mama dan papa sama halnya dengan kehilangan seluruh napas. Enggak ada mama sama papa rasanya sunyi dan hampa, rasanya berkali-kali lipat lebih sakit dari apapun. Dunia juga terasa sudah tidak berarti." ~Queenza Nazea Azalea ˚₊‧꒰ა☁️☁️☁️໒꒱ ‧₊˚ Di ajarkan melangkah, meski tertatih-tatih dan berujung jatuh. Di latih menapaki tangga meski berulang kali terhenti karna lelah. Bagi nazea, hal yang paling menyedihkan adalah ketika dihadapkan dengan kehancuran keluarga. Nazea benci perpisahan. Karena nazea tidak suka di tinggalkan. Nazea benci sendirian, karena nazea kesepian. Namun, apa yang sudah retak, akan tetap pecah. Pada akhirnya, meskipun nazea tidak suka, nazea harus menerima. Ada yang mengangkat tangan tinggi-tinggi seraya menjerit tak sanggup, ada yang menyembunyikan kepedihan sekuat mungkin sembari terus menerus mengulas senyum. Karena hanya diperuntukkan dua pilihan, bertahan atau menyerah? Atau lebih tepatnya, mampukah berdiri di atas ubin keikhlasan? "lagi, dunia kembali mempermainkan hidupku. Namun, sampai kapan?"

More details
WpActionLinkContent Guidelines