Penantian

Penantian

  • WpView
    reads 43
  • WpVote
    Stemmen 1
  • WpPart
    Delen 1
WpMetadataReadLopende
WpMetadataNoticeLaatst gepubliceerd don, dec. 28, 2017
Keluarga ku emang dari keluarga miskin yang hnya bisa bekerja di tempat keluarga bramantoro tapi setidak nya aku punya harga diri untuk membela diri dan kaki ku ini juga tidak selamanya cacat karena kaki ku cuma butuh 3 bulan buat sembuh dan pernikahan konyol ini membuat ku menderita *** Aku menikah dengan anak keluarga bramantoro karena ibu nya sangat menyukai ku sehingga ibu nya sangat memaksa anak nya yang bernama kevin anggara bramantoro Untuk menikah dengan ku padahal kevin sudah memiliki pacar yang ku ketahui bekerja di salah satu club karena itu ibu nya melarang keras hubungan mereka *** Aku selalu di hina oleh kevin sakit yah sakit yang ku rasakan tapi apa boleh buat ini demi ibu ku jadi aku harus bersabar menghadapi kevin yang sangat membenci ku Apakah hubungan mereka akan berakhir indah atau abell akan menyerah dengan keadaan yang tidak di inginkan oleh nya menikah dengan orang yang sangat angkuh sombong dan tak punya hati hnya bisa menghina orang lemah???
Alle rechten voorbehouden
#14
classics
WpChevronRight
Word lid van de grootste verhalengemeenschapOntvang persoonlijke verhaal aanbevelingen, sla je favorieten op in je bibliotheek en geef commentaar en stem om je gemeenschap te laten groeien.
Illustration

Je bent misschien ook geïnteresseerd in

  • INCANTO (Tamat)
  •  MY WIFE IS MY NURSE
  • Unplanned marriage
  • "Demi Ibu" {Tamat}
  • WHY ARE YOU EVILL !!!
  • GENRENYA SALAH! (Tamat)
  • Dendam Dan Cinta
  • You Are Not Alone (Slow Update)
  • Trial & Error

Suami yang kucintai dengan segenap hati selama ini tidak membalas perasaanku. Dia menikahiku demi memenuhi permintaan kakekku. Begitu kakekku meninggal, ia memutuskan memberiku surat cerai. Aku yang terlalu dibutakan emosi pun menolak, membuat kekacauan, dan semakin memperparah hubunganku dengan suamiku. Adapun yang tidak kuketahui ialah, suamiku memiliki rasa terhadap saudari tiriku. Segalanya begitu tidak masuk akal. Perjuanganku sia-sia, cinta tidak kudapat, dan sakit hati menjadi menu utama di piringku. Tubuhku melemah, penyakit menjamah, kemudian kematian tiba. Di saat napas terakhirku berembus, aku berjanji kepada diri sendiri. Berjanji bahwa bila ada kesempatan kedua, aku takkan mengemis cinta kepada siapa pun. Kemudian keajaiban yang dikisahkan dalam fiksi pun menyentuhku. Aku kembali ke masa lalu.

Meer details
WpActionLinkInhoudsrichtlijnen