Pesona
  • WpView
    Reads 255
  • WpVote
    Votes 4
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Sep 24, 2018
[R15+] "Bahwa jatuh cinta kepadamu tidak sebercanda itu." *** Siklus hidup manusia itu sedih, bahagia, sedih lagi, lalu bahagia lagi. Rasa sakit dan kebahagiaan itu berjalan beriringan. Seolah saling mendampingi seperti roda sepeda. Meski sekuat apapun roda belakang mengejar roda depan, mereka tidak akan sejajar. Bukan terpisah. Tapi berjalan dalam poros yang sama meski dari tempat yang berbeda. Tidak ada sakit tanpa bahagia, juga tidak ada kebahagiaan tanpa rasa sakit. Kedua fase itu menjadi bumbu dalam setiap siklus perihal cinta. Hanya ada dua titik ... Bertahan dari rasa sakit untuk bahagia atau kebahagiaan yang tertahan oleh rasa sakit. Manusia tidak pernah tahu kapan mendapat giliran itu, tapi manusia bisa mencoba mencari pilihan yang memungkinkan oleh rasa sakit atau bahagia itu sendiri. Karena seperti yang sudah aku katakan, bahwa jatuh cinta kepadamu tidak sebercanda itu. Copyright © Marchellia Saranandatio April 2018
All Rights Reserved
#118
pesona
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • MY HOPE IS YOU (END)
  • I Love You
  • {LOVE ENDS HAPPILY}
  • WISHES.
  • Yang Pernah Patah
  • Soft After Storm
  • My Bad Girl #BadSeries✔
  • R E T A K  (TAMAT-SUDAH TERBIT)

Dia periang tapi tidak senang, dia gembira tapi juga penuh luka. Hanya berbagi kisah bahagia tanpa kesedihan. Menceritakan kasih sayang yang penuh damba. Munafik? menutup kesedihan dengan kebahagiaan? Menunjukkan "Aku kuat aku bisa, ya aku mampu!. Apa jadinya bila semua itu terjadi pada perempuan yang mendiskripsikan dirinya sendiri seperti paragfraf diatas? Dia tidak terlihat bergoyang ketika bagian patahan kayu yang kokoh itu menggores tubuhnya. Masih berdiri tegak menantang siapa lagi yang akan menenggelamkan dia dalam badai ini. Kisah yang akan di bagikan menceritakan tentang bagaimana hidupnya mulai berjalan seiring waktu yang memaikan perasaannya. Rupanya dia tidak sekuat yang dibayangkan. Goresan patahan itu ternyata meninggalkan bekas yang tidak terlihat namun dapat dirasakan. Mulai mencari penompang mencari siapa yang bisa menyanggah tubuhnya berdiri tegak kembali. Siapa seseorang itu yang bisa menyembuhkan lukanya yang ternyata kian melebar. terlalu lama ia pendam sendiri sampai tidak sadar dirinya sudah mulai rapuh dan terkikis. "Kamu? ia kamu, tolong bawa dia kembali rangkul dia sekuat mungkin, lettakan tanganmu didadanya seraya berkata " semua akan baik-baik saja".

More details
WpActionLinkContent Guidelines