If I Had Known

If I Had Known

  • WpView
    LETTURE 23,842
  • WpVote
    Voti 1,107
  • WpPart
    Parti 91
WpMetadataReadIn corso
WpMetadataNoticeUltima pubblicazione sab, mag 13, 2023
tempat singgah untuk kamu yang sedang terluka. cuma iseng. Kalau dinikmati Alhamdulillah, engga ya gapapa. #janganlari
Tutti i diritti riservati
#191
problem
WpChevronRight
Entra a far parte della più grande comunità di narrativa al mondoFatti consigliare le migliori storie da leggere, salva le tue preferite nella tua Biblioteca, commenta e vota per essere ancora più parte della comunità.
Illustration

Potrebbe anche piacerti

  • Cinta Tak Terbatas Waktu (On Going)
  • Diam
  • Kumpulan Puisi Inspiratif
  • di akhir perang
  • Rintik Rindu
  • Love & Pain & Motivation
  • Almost.
  • Setulus Rasa Untuk Kehidupan
  • Secangkir Kopi dan Seutas Rindu [ COMPLETED ]
  • • KECEWA ~

Seorang santriwati yang baru lulus dari sekolah sekaligus pesantrennya langsung diboyongkan oleh sang kakak laki-lakinya. Alisa memilih mencari pekerjaan untuk membantu keluarganya daripada berkuliah seperti teman-teman yang lainnya, meski dalam hati dirinya juga menginginkan hal tsb. "Mba Al.. semoga kamu bisa nyusul kita ya.." kata Intan teman Alisa. "Amin... Doain ya mba tan.." balas Alisa. Setelah hampir 2 bulan lulus, akhirnya ia pergi ke kota menemui Hesti tantenya,yang sedang bekerja disana. Pertama kali terjun didunia pekerjaan, menyesuaikan diri dengan lingkungan baru juga orang baru. "Ternyata kerja selelah dan letih ini, bagaimana dengan ayah dan bunda yang kerjanya diladang panas-panasan... Ya Allah lancarkanlah jalan hambamu ini untuk membahagiakan orang yang Alisa cintai dan sayangi" gumam Alisa sambil meminum tehnya di ruang keluarga Hesti. Gaji untuk seorang pemula masih belum seberapa, Alisa berniat cepat mendapatkan banyak uang untuk diberi ke keluarganya. Namun banyak rintangan dan lika-liku kehidupan yang diberi tuhan untuknya. Ekonomi, teman, keluarga, cinta dan spiritual menjadi satu. "Kamu siapa?" Tanya Alisa kepada seorang gadis yang duduk di ruang pemanggang roti sendirian. "Kamu lupa?" Balasnya malah bertanya kembali ke Alisa sambil menatap datar kearahnya.

Più dettagli
WpActionLinkLinee guida sui contenuti