Janji Bersama Mu.

Janji Bersama Mu.

  • WpView
    Reads 23
  • WpVote
    Votes 3
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadComplete Sat, Mar 3, 2018
WpInfo
Fiction
Romance
Dalam kehidupan aku mendapatkan sebuah harapan.dimana hadir seseorang yang dapat membuat hidupku yang suram menjadi berwarna,namun kami terhalang waktu. Waktu yang selalu saja membuat kita tak bertemu.waktu yang membuat ku harus merelakan mu.dan waktu juga membuat ku terbiasa tanpa.mu. Kamu pergi?oke ..aku trima keputusan mu.namun suatu saat.jangan pernah merasa mengenalku yang baru karna aku akan membuat mu tidak mengenal ku lagi. -aldevan revi setyo. Maaf bukan nya aku mengingkari janji kita.namun aku pun mulai jenuh untuk terus menunggu pembuktian mu.aku pun hanya wanita yang mudah bosan saat terlalu lama menunggu.maaf aku lebih memilih pergi. -Febia agnes zuan.
All Rights Reserved
#17
publikasi
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • PROSA "Proyeksi Rasa" [END]
  • ELBITHARA
  • BEDA DUNIA
  • Restu Tuhan
  • Irreplaceable ❤ (END)
  • lewat Rindu[Lengkap]
  • satu Hati Beda Agama
  • Secarik kertas usang
  • CHAGRIN
  • HATI💔 YANG TERPILIH

Bagi Alfira, persahabatan adalah ikatan tanpa komitmen. Sedangkan sahabat adalah makhluk Tuhan yang siap mendengarkan keluh kesahmu dan memberi solusi dari masalah kehidupanmu. Tapi keadaan memang tidak pernah bisa diprediksi, apa yang dimiliki juga bisa kapan saja pergi. Ketika sahabatnya pergi, Alfira benar-benar kehilangan arah tanpa arti, butuh adaptasi lagi untuk sembuh dari elegi. "Cuma lo Ra! yang menganggap persahabatan ini bukan apa-apa. Ya cuma lo!" ucap Reza kecewa. Namun, ketika semuanya kembali mampukah Alfira berdamai dengan hati? Butuh waktu yang lama untuk sembuh, butuh keadaan yang seirama untuk menempuh. Tapi, bagaimana jadinya jika aku sudah berhasil berlabuh, dengan mudahnya kau kembali dan karamkan lagi kapalku? "Kalo nggak mau jadi pacar gue oke gue terima lo tolak, tapi kalo gue lamar gimana?" ucap laki-laki yang ada dihadapannya. Lalu apa-apaan kali ini? Dengan berani dan percaya diri tingkat tinggi, dia menawarkan diri menjadi awak kapalku? Yang aku yakin, dia pasti mampu membantuku. Namun, bisakah aku melupakan masa lalu? Dan kembali menempuh perjalanan baru?

More details
WpActionLinkContent Guidelines