Maybe?
  • WpView
    Reads 183
  • WpVote
    Votes 34
  • WpPart
    Parts 6
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Jul 8, 2018
"Gue nggak perlu merasakan indahnya jatuh cinta, untuk mengerti pedihnya sakit hati." Nabhila Joecellin Kashila. "Bukan gue yang butuh Lo. Juga bukan Lo yang butuh gue. Tapi kita saling membutuhkan. Layaknya siang dan malam, matahari dan bulan, tangan dan kaki." Arka Marchelleo. *** Saat semua berlarian, dia hanya duduk dengan novel di tangannya. Saat semua antusias berbicara, dia hanya diam dengan alunan musik dari earphone miliknya. Saat semua berlomba-lomba untuk berkawan, dia akan menjauh untuk menyendiri. Bhila. Dia adalah Nabhila Joecellin Kashila. Cewek anti sosial karena menganggap mereka akan mempermainkan hidupnya. Sampai deretan kata tidak sopan menghampirinya. "Kita PACARAN!! Nggak ada penolakan dan nggak nerima pendapat dari Lo!" Deretan kata yang terkesan sangat panjang bagi Bhila. Juga yang memporak-porandakan kenyamanannya. Ya! Deretan kata itu terlahir dari mulut Arka Marchelleo, cowok dengan otak sebesar lubang jarum yang sukses membuat hari-hari Bhila tanpa masalah. Hingga seseorang datang layaknya malaikat tanpa sayap yang selalu menolongnya. Mengulurkan tangannya saat Bhila terjatuh. Mungkinkah Bhila akan menerima Arka sebagai pacarnya? Dan, apa mungkin masalah itu akan semakin hilang? Lalu Bhila lebih memilih malaikat tanpa sayap itu? Hmm...pantengin cerita ini!! Eittss!! Baca juga ya!!(heheheheh#plakk) Happy reading 😋 #Untuk Semua Umur.
All Rights Reserved
#468
sosial
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Hurt Girl! (Completed)
  • Bright
  • Broken Flower ( Spin Off TERJEBAK)
  • MY LOVE STORY
  • ERLANGGA
  • Silent, Please! (Re-up)
  • TAKDIR ALYA(Slow Up)
  • Seven Crazies [Re-publish]
  • AGGA
  • KALINDRA

🚫PERINGATAN! CERITA INI MENGURAS EMOSI🚫 [TELAH TERBIT]✓ LENGKAP✓ Utamakan Follow sebelum baca😑 # Sasha sudah benar-benar kesal dengan tingkah bodoh nya Arsen, sehingga amarah nya yang sudah ia tahan sejak lama pun kini tidak bisa ia tahan lagi. "Kamu pilih aku atau perempuan jalang itu?" Tanya Sasha dengan nada suaranya yang sedikit tinggi. Seketika rahang Arsen mengeras saat mendengar kata jalang dari mulut Sasha. "JAGA MULUT KAMU!" Teriak Arsen seraya menunjuk kedepan wajah Sasha. Sasha tersenyum miring. Walau sebenarnya ia merasakan sesak didalam hatinya. "Dan asal lo tau, dia itu baik. Lebih baik dari pada lo!" Lanjut Arsen dengan tegas. Tubuh Sasha tiba-tiba mematung. Apa yang diucapkan Arsen benar-benar melukai hatinya. Karena Arsen telah membandingkan kekasihnya sendiri dengan wanita lain. "Dan satu lagi, dia itu bukan perempuan jalang!" Ucap Arsen. Sasha yang dari tadi hanya diam membisu, kini ia membuka suara. "Lalu, kalo dia bukan jalang apa? Perempuan yang gak punya hati kaya dia pantasnya disebut apa? Pelakor? Atau perebut kebahagiaan orang?" Tanya Sasha dengan nada suaranya yang meninggi. Plak. Arsen menampar pipi Sasha dengan keras. Sehingga Sasha pun merasakan panas dicampur rasa sakit dipipinya. Tubuhnya bergetar, air matanya menetes. Ia memegang pipinya yang memerah itu. Ia menatap Arsen lekat, ia benar-benar tidak percaya jika Arsen melakukan itu pada dirinya.

More details
WpActionLinkContent Guidelines