DIA MUNGKIN YANG TERBAIK

DIA MUNGKIN YANG TERBAIK

  • WpView
    Reads 12,502
  • WpVote
    Votes 753
  • WpPart
    Parts 27
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, May 23, 2019
[Welcome to RJ stories] Memang kau yang selalu ada untuk ku Di saat ku bahagia,kau penyebabnya Namun itu dulu,tidak untuk saat ini Dan Sekarang rasa itu perlahan berubah Apa kah disini hati yang salah? Apakah semua tak bisa berpindah? meskipun sudah nyata ada nya bahwa perasaan sudah berubah sejak ada dia Penasaran ya, yuk baca sampe ending,, jangan lupa vote ya !! Pokok nya wajib vote + coment
All Rights Reserved
#11
timnasu19
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Lovakarta
  • Sampai Sini [End]
  • Hypocritical (Zeedel)
  • 🚨The sun in the dark sky🚨
  • You're My Heartstrings [SUDAH TERBIT)
  • ONE MAN✔
  • You are in my past and my future [END]
  • Hidden Love | Mees Hilgers |
  • The End
  • 180° [END]
Lovakarta

[COMPLETED] Lovakarta #1 Julukannya Hujan istimewa. Soalnya, Hujan yang satu ini selalu di damba-damba. 999 dari 1000 hati menyatakan ketertarikan padanya. Seharusnya, cerita ini mudah. Hujan tinggal pilih saja salah satu dari 999 hati yang ada. Tetapi, Hujan justru mengambil alur susah. Ia malah jatuh cinta pada 1 hati yang menyatakan penolakan mentah-mentah. Rintik yang menggelitik. Gerimis yang manis. Sampai Hujan deras yang melenyapkan panas. Hujan mencoba semua intensitas berusaha membasahi sang hati dengan kesejukannya. Hanya saja, tingkah sang hati yang selalu menghindar dari Hujan membuat jalan cerita jadi rumit pangkat tiga! Menariknya, beribu luka yang diterima Hujan istimewa sama sekali tidak dianggapnya sebagai alasan untuk menyerah... **** [COMPLETED] Lovakarta #2 Kata orang, cinta tak ubahnya sebuah impian. Butuh pengorbanan. Menuntut diperjuangkan. Tapi, pernahkah kau sampai menjadi Hujan sepertiku? Yang terus merintik, hanya untuk membuat dia tertarik. Selalu bersikap semanis gerimis, bahkan setelah berkali-kali ditepis. Juga tidak pernah lelah menderas, meski sama sekali tak dapat balas. Sungguh. Cinta ini bukan hanya menjadi ketidakadilan untukku. Lebih dari itu, aku tersakiti begitu jauh. Sampai tidak bisa membedakan apakah yang sedang kujalani adalah serangkai cerita, atau sekedar sebuah pengalaman terluka? Tapi, walau menjadi Hujan adalah patah hati terbesarku. Semua itu tidak akan membawa pengaruh. Tidak pula merubah sesuatu. Sebab, ujung-ujungnya, aku tetaplah aku. Si Hujan yang cuma tahu satu. Jatuh.

More details
WpActionLinkContent Guidelines