halwa
  • WpView
    Reads 742
  • WpVote
    Votes 30
  • WpPart
    Parts 5
WpMetadataReadComplete Sat, Oct 30, 2021
Angin berhembus pelan meniup ujung hijab hitamku,menangis sendirian ditepian pantai yang hampir menggelap, disertai suara burung-burung beterbangan, menciptakan melodi yang mampu menembus jiwa,warna nila bercampur jingga menghias langit bagai panorama, mengukir tiap sudut langit menjadi paparan makna, bagai memberi sentuhan akan hati sang insan agar terus memandanginya. Tetes demi tetes air mata terus mengalir, berharap apa yang sedang ku rasakan ikut menghilang bersama tetesan air mata yang sudah terjatuh, dari awal aku tau akhirnya akan seperti ini, tapi hati tetap pura-pura tak ingin tau, mengapa harus merasa kehilangan? bukankah dari awal memang hanya aku yang penuh dengan harapan, padahal ku tau bahwa berharap kepada manusia hanya berhadiah luka,andai aku bisa memutar balik waktu dan berharap tidak akan pernah melabuhkan hati ini kepadanya,ya rabb aku tau skenariomu indah,tapi mengapa hati ini enggan untuk menerima keadaan sekarang,sudah berkali-kali aku mengatakan pada diriku bahwa ini hanya perihal waktu,tapi waktu yang sekarang ku alami bukan perihal mudah,aku tau sehabis badai datang pelangi dan aku harap aku pun akan menerima pelangi sehabis badai, tapi bolehkah datang lebih cepat?
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Bianglala
  • SARAY(U) [Completed]
  • ANA UHIBBUKA FILLAH  (End)
  • ALONE
  • Ketika Tulisan bercerita?
  • Our Love Story
  • Air Mata Cinta
  • Give Me Your HUG(END)✅
  • CRY FOR ME
  • DEARWA [END]
Bianglala

Bianglala adalah gejala optik dan meteorologi berupa cahaya beraneka warna saling sejajar yang tampak di langit. Terbentuk karena adanya pembiasan sinar matahari yang dibelokkan bukan hadirnya bidadari dari kayangan yang turun ke bumi untuk mandi di sungai. Datang memberi kesan pergi menyimpan luka. 🌈🌈🌈 "Rey" "Iya key" "Ngapain lo ajak gue kesini?" "Hmmm.. supaya bisa liat pelangi" "Pelangi??" "He'em" "Dimana?" "Tuh disana" "Mana?? Nggak ada" "Nih pelanginyaa" telunjuk Rey mengarah ke pipi Key. 🌈🌈🌈 "Kenapa yan?" "Kenapa apa?" "Kenapa masih disini?" "Kenapa yan?" "Kenapa apanya sih?" "Kenapa diam?" "Belom punya jawaban yang pas" "Pelangi nya indah ya yan" "Jangan jadi pelangi ya key" "Berarti jangan jadi kamu? Indah, memudar, lalu hilang. Terus datang lagi tanpa jawaban" "Kenapa nggak dari dulu?" Tanya Ian menatap ke mata Key. "Memastikan hati nggak ada salahnya kan. Kenapa langsung ambil keputusan? Nggak bisa nunggu?" "Aku tau jawabannya sekarang" "Simpan aja yan" "Ku pastikan besok aku sudah sendiri" balas Ian sekali lagi. "Pastikan saja rasamu jika kau ingin berpisah. Aku hanya tak mau melihatmu berputus asa. Karena sudah tak bersamanya dan akupun nantinya berbeda" 🌈🌈🌈 Di pertengahan chap memberi kesan ledakan kebaperan yang akan siap menyerang kapanpun. Jadi siapkan mental, fisik, jiwa raga kalian•,• 😍Happy reading gaes👋🏻 Semoga banyak yang suka sama story yang aku tulis😸 jangan lupa share, vote and comment kalian berarti untuk author, story Ian, Key dan Rey. #SebagianRealStory💭 #Start September 2019 ©®DiayuWandira75 ~ Bianglala ~ Ig: drawandira_ Salam manis untuk para readers, dari dira😄

More details
WpActionLinkContent Guidelines