Let Me G

Let Me G

  • WpView
    LECTURAS 561
  • WpVote
    Votos 61
  • WpPart
    Partes 6
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación dom, feb 17, 2019
ingat ini bukan kisah romeo and juliet hanya kisah seorang perempuan bernama leonica thrisya cantik, baik, imut, dan menggemaskan yang tersembunyi dibalik gayanya yang aneh menurut orang" disekitarnya bahkan ia hanya memiliki 3 teman dekat perempuan itu pun juga karna Julian yang mendekatkan mereka . Julian fergio cowok tengil yang irit bicara cuma bisa diam dan sedikit tersenyum bahkan bisa bisa kali tidak ada Leonica julian tidak akan pernah tersenyum Julian sudah lama menaruh perasaan kepada Leonica meski penampilannya tidak sesuai ekspetasi idaman tapi cinta tetaplah cinta. mau bagaimana lagi hehehe "walaupun Julian kaya es batu yang ada dikutub julian itu diam diam menganyutkan" -Leonica " Andai saja dia tau aku menyukainya apa yang akan dia lakuan entahlah mungkin dia akan membenciku " -Julian
Todos los derechos reservados
#487
baik
WpChevronRight
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • BarraKilla
  • VAGALDARA [TERBIT]
  • WHO ?
  • Bitter Sweet (Season 2)
  • Fourple Of Love
  • RAYXCAIN
  • Silent, Please! (Re-up)
  • Rannia√
  • IGNITES (END)
  • Gadis Istimewa

LENGKAP! Follow akun ini sebelum baca🐧 Warning! Peringatan! Cerita ini bisa membuat kalian mengumpat, menangis, dan tertawa (jika satu SELERA)🍭 "Barr, aku juga nggak tahu kenapa Raden nyium aku." "Shit! Diem, Bego!" "Maaf." "Tahu nggak, kenapa gue nerima lo jadi pacar gue? Padahal lo yang nembak gue duluan di UKS dengan nggak punya malunya." "...." "Lo itu menyedihkan, Killa. Sangat menyedihkan. Gue selama ini cuma.... kasihan sama elo." "Barra, dada aku sakit." "See? Lo minta dikasihani lagi?" "Maaf." "Dan lo selalu mengatakan maaf biar lo semakin dikasihani." "Barra, kamu beneran mau aku pergi?" "Lo masih mau di sini? Nggak tahu diri banget. Habis ciuman sama suami orang, masih mau sama gue. Karena cuma gue yang bisa ngasih lo segalanya. Gue jijik sama elo." "Makasih, ya, udah mau jadi pacar Killa. Udah mau bahagiain Killa. Hehehe. Kita akhirnya pisah." "Gue nggak mau lihat lo lagi." "Hehehe." "...." "Barrabas Mahesa, makasih udah pernah jadi yang terbaik buat Killa." I loved, and I loved and I lost you. I loved, and I loved and I lost you. I loved, and I loved and I lost you. Titik tertinggi mencintai adalah tahu diri untuk menerima sebuah kehilangan. "Barra, kenapa cara kamu mencintai aku kayak gini?" • Demi kenyamanan Anda saat membaca, disarankan memfollow akun penulis terlebih dahulu. • Dilarang memperbanyak sebagian atau seluruh isi dalam cerita ini tanpa izin tertulis dari penulis. Semua yang ada dalam cerita ini murni hasil pikir penulis, maaf jika ada kesamaan nama, tempat, karakter, dan sebangsa itu. Selamat membaca!

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido