APARTEMEN

APARTEMEN

  • WpView
    Lectures 92
  • WpVote
    Votes 11
  • WpPart
    Chapitres 4
WpMetadataReadEn cours d'écriture
WpMetadataNoticeDernière publication mar., mars 27, 2018
WpInfo
Fanfiction
[HIATUS] Ketika hubungan seliya dan key berakhir. Namun mereka masih harus bersama dikarenakan apartemen yang mereka tinggali itu adalah hasil jerih payah mereka berdua. Akankah sesuatu yang telah berakhir itu kembali terjalin atau sesuatu yang telah berakhir itu akan sama tanpa perubahan. Bagaimana kisah hidup seliya dan key kedepannya? Jika merasa penasaran silahkan di baca 😊
Tous Droits Réservés
#5
tidakbaku
WpChevronRight
Rejoignez la plus grande communauté de conteursObtiens des recommandations personnalisées d'histoires, enregistre tes préférées dans ta bibliothèque, commente et vote pour développer ta communauté.
Illustration

Vous aimerez aussi

  • Suddenly Marriage
  • You Are My Destiny
  • My Dear,is the Perfect "Husband"
  • AMOUR (Mr. Pradipta)
  • Behind The Smile (TERBIT)
  • 9096 (Complete)
  • KEY
  • The Man
  • Couple Youtuber

"Mi, kemarin Pak Kades dan istrinya datang ke rumah. Dia ingin meminang kamu untuk menjadi istri anaknya," ucap Mama yang membuatku seketika langsung menghentikan kunyahan. "Mama kalau bercanda jangan pas lagi makan dong, nggak lucu kalau tiba-tiba aku tersedak terus meninggal," ucapku sambil tertawa. "Mama serius." Aku langsung melihat wajah mamaku, dari matanya aku bisa melihat keseriusan. Mendadak aku jadi merinding. "Jangan bercanda mulu dong, Ma, mana mungkin Pak Kades tiba-tiba melamar aku buat anaknya. Lagian aku nggak kenal sama anaknya Pak Kades," ucapku masih menyangkal kalau yang mamaku katakan bukanlah candaan. "Mama nggak lagi bercanda, Mi, Mama serius." Tenggorokanku serasa tercekat ketika mendengar perkataan Mama, "Ma, jadi ini serius?" Mama mengangguk dan itu membuat tubuhku seketika melemas. "Apa ini alasan Mama minta aku cepat-cepat pulang?" tanyaku yang dibalas anggukan oleh Mama. "Terus Mama jawab apa? Mama nolak 'kan?" tanyaku mulai was-was. "Ayah kamu sudah menerima, katanya nggak enak menolak tawaran Pak Kades. Kapan lagi 'kan kita bisa besanan sama orang terpandang?" Rahangku hampir saja lepas dari tempatnya saat mendengar jawaban Mama. "Nanti malam Pak Kades datang lagi ke sini sekalian bawa anaknya, mereka mau melamar kamu secara resmi." Aku semakin gila setelah mendengar sambungan perkataan Mama.

Plus d’Infos
WpActionLinkDirectives du Contenu