Teman Hidup

Teman Hidup

  • WpView
    Reads 507
  • WpVote
    Votes 54
  • WpPart
    Parts 10
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Oct 8, 2022
Miya Dara Putri Admaja adalah seorang polwan lulusan terbaik Akademi Kepolisian yang juga peraih mendali Adhi Makayasa, perempuan yang memiliki aura dingin dan ambisi yang begitu besar dalam dirinya. Miya tidak pernah percaya cinta karena kekecewaan mendalam dalam hidupnya itu cinta pertamanya, ayah yang seharusnya menjadi cinta pertama bagi anak perempuannya namun malah menjadi sumber kekecewaan itu. Semua berubah setelah Miya bertemu dengan Arsala Putra Ramiro setahun sebelum kelulusannya, pria yang memiliki aura yang dingin namun hangat bila mengenalnya lebih dalam. Di perjalanan kisah mereka Miya kembali merasakan kekecewaan yang mendalam karena Arsala akan menikah dengan adik kandungnya, iya adik yang berasal dari perempuan yang sudah merebut ayahnya dulu kini kembali merebut cinta dalam hidupnya. Namun kejadian itu membuka tabir rahasia masalalunya yang membuat Miya mulai menerima bahwa cinta tidak harus memiliki dan di saat itu pula Abhizar sahabatnya menawarkan pelangi setelah hujan untuknya. "Level tertinggi dari mencintai ialah mengikhlaskan" Irjen Yahya "Jadilah Teman Hidupku Miya, maka akan ku temani kamu mengarungi samudera kehidupan dan akan ku lindungi kamu dari badai kehidupan yang mungkin akan menggoyahkanmu" Abhizar Al Ghifari
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • My Name Is Erwinda
  • KENAPA BUKAN KAMU YANG AKU TEMUI LEBIH DULU?
  • 𝐋𝐄𝐍𝐓𝐄𝐑𝐀 𝐇𝐈𝐉𝐑𝐀𝐇 (REVISI)
  • Fake Maid (End)
  • Om, Ayo Nikah!
  • AKSARA Garis Pertemuan
  • AKALA ; My heart beats for Miss
  • Aldzi & Azifa | Perjodohan (SUDAH TERBIT)

"Ayah!" ujar gadis kecil dipelukan Danu. "Aku sayang, Ayah!" ucapnya lagi, dan kali ini Danu benar-benar terharu. Baru kali ini ia dipanggil dengan sebutan Ayah di umurnya yang hampir kepala tiga. Danu mempercepat langkahnya menuju puskesmas terdekat, mengingat gadis itu sudah banyak kehabisan darah, lemas. Saat tiba di depan gedung putih dengan papan nama 'Puskesmas' yang terpasang di bangunan itu, gadis kecil tersebut tidak sadarkan diri lagi hingga ditangani oleh Dokter yang datang dari kota. "Apa anda ayahnya?" tanya sang Dokter usai memeriksa keadaan gadis malang itu. "Hm, a--aku... Aku bukan ayahnya ataupun keluarganya." jawab Danu. "Keponakan saya menemukannya di hutan saat kami mencari kayu bakar!" sambungnya takut dikira penculik apalagi pembunuh oleh orang lain, sungguh ia tak sekejam itu. "Oh, baiklah ikut ke ruangan saya!" Dokter menjelaskan bahwa gadis yang ia temukan itu sekarang sudah membaik, ia sangat bersyukur Danu membawanya tepat waktu kalau tidak mungkin nyawanya sudah melayang. ____ "Aku Arin, namamu siapa?" tanya keponakan Danu pada gadis yang baru pertama kali ia bawa berkeliling semenjak gadis itu dirawat. Gadis itu hanya terdiam, karena sudah lama menunggu uluran tangannya diterima Arin segera menurunkannya. Gadis itu nampak bingung, yang ia ingat hanyalah ayah. Padahal yang ia panggil ayah bukanlah ayahnya, sungguh prihatin. "Erwinda, namamu Erwinda." ucap Danu membuat semua tercengang, termasuk Dani adiknya. "Istrimu, itukan nama istrimu," ujar Arum adik iparnya itu. "Ya, kurasa nama itu cocok untuknya!" senyum kini terlukis di wajah Danu, sebelumnya hanya ekspresi datar yang ia tunjukkan setelah kepergian Erwinda istrinya. Gadis Itupun ikut tersenyum, sepertinya ia menyukai nama yang diberikan kepadanya.

More details
WpActionLinkContent Guidelines