We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
It's Choice

It's Choice

  • WpView
    Reads 71
  • WpVote
    Votes 11
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Jan 22, 2018
WpInfo
Fiction
Romance
Kata orang cinta itu indah, ya memang indah namun hanya diawal saja. Seperti permen karet yang awal terasa manis tapi makin kesini semakin terasa pahitnya. Cerita ini menceritakan tentang percintaan anak remaja yang terjadi pada saat masa putih-abu. Seorang gadis yang belum pernah merasakan pacaran namun sudah merasakan patah hati berkali-kali. "Hm, kurang apalagi sih gue? Disakitin udah, diphpin udah, ditinggalin udah, abis ini diapain lagii?" -Putri Alfarish --- New story, semoga suka, tambahkan ke perpustakaan pribadi kalian yaa. Jangan lupa vote n comment, oiyaa jangan lupa untuk follow gue juga✌
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Tubuh Ini Milikku Lagi
  • My Heart Boat
  • Cinta Tapi Cinta?
  • Ketulusan Nafisya (On Going)✔️
  • DI JODOHKAN DENGAN WANITA BERCADAR (LENGKAP)
  • Risalah Cinta
  • Hallo Cinta
  • Dalam Dekapan Malam
  • Cawa

⚠️ Peringatan: Cerita ini mengandung banyak adegan dewasa dan seksual eksplisit yang tidak cocok untuk pembaca di bawah usia 17 tahun. Harap bijak dalam membaca. Dewi adalah seorang dosen muda yang terjebak dalam pernikahan tanpa cinta dan tubuh yang tak lagi terasa miliknya. Kesepian membuatnya rentan. Perhatian lembut dari Ezra-mahasiswa S2 yang jauh lebih muda-membuka pintu pada gejolak yang selama ini ia pendam. Tapi ketika keintiman berubah jadi kendali, dan rasa jadi jerat, Dewi dihadapkan pada pilihan paling sulit dalam hidupnya: tunduk pada obsesi, atau bangkit dan merebut kembali hak atas tubuh, jiwa, dan harga dirinya. Dalam kisah yang membara antara hasrat dan luka, cinta dan kuasa, Dewi menapaki kembali hakikat dirinya-sebagai perempuan, sebagai manusia, dan sebagai pemilik tubuh yang pernah hilang. "Tubuh Ini Milikku Lagi" adalah kisah sensual, getir, dan penuh harapan tentang menemukan kembali kepemilikan atas diri, setelah badai yang merenggut segalanya.

More details
WpActionLinkContent Guidelines