Story cover for Identity by Sayaicee
Identity
  • WpView
    Reads 346
  • WpVote
    Votes 46
  • WpPart
    Parts 4
  • WpView
    Reads 346
  • WpVote
    Votes 46
  • WpPart
    Parts 4
Ongoing, First published Dec 28, 2017
❈ Prolog ❈    

Pernah tidak kamu merasakan sakit yang teramat? Lalu, pernah tidak kamu membayangkan apa alasan sakit itu terjadi?

            Tuhan itu adil,
               jika Beliau tidak adil,
         aku akan berpikir Beliau adil,
             karena aku yakin. Beliau itu adil.

                               ㅇㅇㅇㅇ                        

Di ruang kedap suara ini aku memperhatikan semuanya, tidak ada benda lain selain kasur single dan meja kayu kecil.

"Anstice-" 
Tidak ada seorang pun yang bisa masuk kedalam ruangan ini. Pintunya berada di langit-langit, tepat di sebelah lampu aku bisa melihat pintu.
"Anstice,"

          Lagi-lagi suara orang itu kembali.
  Padahal aku tidak pernah membuat janji,
    yang membuatku seperti ini.
        
             Hanya,

            Aku pernah mengucapkan sesuatu,
                 tanpa menimbangnya
                       aku memang berkepala batu,
             dan sekarang adalah konsekuensinya.
                 
                               ㅇㅇㅇㅇ

Kalian tahu?
Aku pernah berpikir, apakah setiap manusia mempunyai satu hal penting untuknya atau tidak?
Aku selalu berpikir, apakah setiap manusia memiliki tugas masing-masing atau tidak?

Dan, aku sadar sesuatu. Jika pergi bukanlah suatu ketakutan, karena yang menakutkan adalah kehilangan.

                               ㅇㅇㅇㅇ

Sekaranglah saatnya; aku akan menceritakan semua. Bagaimana sakitnya kehilangan, bagaimana kejamnya melepaskan, dan betapa mengerikannya kepergian.

Ini lah masa lalu. Cerita terdahulu, mungkin pilu.
Namun, ini lah masa lalu. Yang pernah berlalu.

-           -            -           -  。
 #Angst
   #Sad                                     。
      #Romance
        #Hurt
      #Astashiwadare               。
#Icesmonogatark
                                         。
All Rights Reserved
Sign up to add Identity to your library and receive updates
or
#33scientist
Content Guidelines
You may also like
Bianglala by drawandira75
31 parts Complete
Bianglala adalah gejala optik dan meteorologi berupa cahaya beraneka warna saling sejajar yang tampak di langit. Terbentuk karena adanya pembiasan sinar matahari yang dibelokkan bukan hadirnya bidadari dari kayangan yang turun ke bumi untuk mandi di sungai. Datang memberi kesan pergi menyimpan luka. 🌈🌈🌈 "Rey" "Iya key" "Ngapain lo ajak gue kesini?" "Hmmm.. supaya bisa liat pelangi" "Pelangi??" "He'em" "Dimana?" "Tuh disana" "Mana?? Nggak ada" "Nih pelanginyaa" telunjuk Rey mengarah ke pipi Key. 🌈🌈🌈 "Kenapa yan?" "Kenapa apa?" "Kenapa masih disini?" "Kenapa yan?" "Kenapa apanya sih?" "Kenapa diam?" "Belom punya jawaban yang pas" "Pelangi nya indah ya yan" "Jangan jadi pelangi ya key" "Berarti jangan jadi kamu? Indah, memudar, lalu hilang. Terus datang lagi tanpa jawaban" "Kenapa nggak dari dulu?" Tanya Ian menatap ke mata Key. "Memastikan hati nggak ada salahnya kan. Kenapa langsung ambil keputusan? Nggak bisa nunggu?" "Aku tau jawabannya sekarang" "Simpan aja yan" "Ku pastikan besok aku sudah sendiri" balas Ian sekali lagi. "Pastikan saja rasamu jika kau ingin berpisah. Aku hanya tak mau melihatmu berputus asa. Karena sudah tak bersamanya dan akupun nantinya berbeda" 🌈🌈🌈 Di pertengahan chap memberi kesan ledakan kebaperan yang akan siap menyerang kapanpun. Jadi siapkan mental, fisik, jiwa raga kalian•,• 😍Happy reading gaes👋🏻 Semoga banyak yang suka sama story yang aku tulis😸 jangan lupa share, vote and comment kalian berarti untuk author, story Ian, Key dan Rey. #SebagianRealStory💭 #Start September 2019 ©®DiayuWandira75 ~ Bianglala ~ Ig: drawandira_ Salam manis untuk para readers, dari dira😄
TIME will TELL {On Going} by bLuE096r
15 parts Ongoing
"Selamat Tinggal." Itulah ucapan terakhir yang ia dengar sebelum sebuah benda pipih dan tajam menikam jantungnya. Mata berwarna jingga layaknya api yang berkobar itu menatap kearah sang pelaku yang menatapnya dengan tatapan kosong. "Sialan kau...seandainya saja...kau tidak pernah dilahirkan dan fakta bahwa kau adalah adikku..." "Kiamat ini tidak akan pernah terjadi." Pedang yang ada di tubuhnya ditarik keluar membuatnya tersungkur di lumpur yang sudah digenangi oleh darahnya sendiri. Melihat bahwa lawannya sudah lumpuh si 'adik' itu pun pergi meninggalkan si 'kakak' menghembuskan napasnya untuk terakhir kalinya. ■□■□■□■□ Mata jingga itu terbuka lagi, kini di depannya ada sebuah jam besar yang jarum jamnya tidak berdetak sama sekali. "Apa yang akan kau pilih, nak? Menyerah dan mati disini atau mengulang kembali waktu yang telah kau sia-siakan?" "Kembalikan aku agar aku bisa menebus kesalahanku yang dulu." "Senang mendengarnya~" □■□■□■□■ Apakah anak itu bisa melakukan perjalanannya? Rintangan apa yang akan ia lalui selama melakukannya? Hanya waktu yang akan menjelaskannya nanti. ||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||| Karakter di cerita ini milik @Monsta. Dan video+gambar yang aku cantum bukan milikku. Aku hanya meminjamnya. Maaf jika ada kesalahan kata atau kekurangan. Silahkan berikan kritik dan saran untuk membantu meningkatkan kualitas novel ini. ♡Selamat Membaca♡
𝐎𝐁𝐒𝐄𝐒𝐒𝐈𝐎𝐍 [ 𝚂𝚕𝚘𝚠 𝚄𝚙𝚍𝚊𝚝𝚎 ] by Sweet_Erida
39 parts Ongoing
{•TRANSMIGRATION SERIES #01•} ☾ Judul dan Cover telah diganti ☽ ▫▫▫▫▫▫▫▫▫▫▫▫▫▫▫▫▫▫▫▫▫▫▫▫▫▫▫▫▫▫▫▫▫▫▫▫▫▫▫▫▫▫▫▫▫ Mati karena ditabrak truk? biasa! Tapi pernah nggak sih ngeliat orang mati karena kebodohan sendiri? seperti jatuh dari atap tetangga karena gabut misalnya. Belum kan?! Nah ini cerita yang pas buat menguji kesabaran kalian, cerita yang dimana hanya diisi oleh kerandoman dan keabsurdan seorang Shakaela yang mati karena terjatuh dari atap tetangga satu kompleknya. Apalagi Shakaela harus ikhlas menerima kalau dirinya bertransmigrasi menjadi seorang figuran yang akan mati ditangan tunangannya sendiri yang seorang antagonis. Penasaran nggak? penasaran lah, masa nggak! ▫▫▫▫▫▫▫▫▫▫▫▫▫▫▫▫▫▫▫▫▫▫▫▫▫▫▫▫▫▫▫▫▫▫▫▫▫▫▫▫▫ ✖PERHATIAN✖ ✔ Memakai bahasa baku dan non-baku. ✔ Setiap Chapter/Paragraf pasti akan ada yang namakan typo (salah ketik) jadi mohon dimaklumi/dikoreksi bila perlu. ✔ Cerita ini bukan berdasarkan kisah nyata tetapi hanya diambil dari imajinasi serta halusinasi penulis. ✔ Apapun adegan negatif dalam cerita ini mohon untuk tidak ditiru, sebaliknya bila ada hal positif dalam cerita ini bisa kalian jadikan contoh untuk dikehidupan nyata. ✔ Jangan lupa tinggalkan jejak manis kalian sesaat setelah membaca cerita ini, jangan jadi silent readers! [ KARYA PERTAMA YANG KU BUAT, MOHON MAAF BILA ADA KESALAHAN DALAM KEPENULISAN. ] ▫▫▫▫▫▫▫▫▫▫▫▫▫▫▫▫▫▫▫▫▫▫▫▫▫▫▫▫▫▫▫▫▫▫▫▫▫▫▫▫▫▫▫ ✖ UNTUK PARA PLAGIAT TOLONG JANGAN MENG-COPY-PASTE KARYA YANG SAYA BUAT, KARENA SAYA MEMBUAT KARYA INI DENGAN USAHA WALAUPUN KARYA SAYA TIDAK SEBERAPA TAPI MIKIRLAH PREN! ✖ ✾ Published : 28 September 2022 ✾ Finished : -
You may also like
Slide 1 of 9
FADING IN YOUR ARM [YEOJONG] cover
Difficult To Forget//kuroken cover
Bianglala cover
TIME will TELL {On Going} cover
Maaf, Aku Terlambat END✅ cover
Breathe cover
Self Injury's(complete)✔ cover
𝐎𝐁𝐒𝐄𝐒𝐒𝐈𝐎𝐍 [ 𝚂𝚕𝚘𝚠 𝚄𝚙𝚍𝚊𝚝𝚎 ] cover
First Love And Last Love(✔)🔚 cover

FADING IN YOUR ARM [YEOJONG]

68 parts Complete

Yeosang tak pernah suka keramaian. Tapi sejak tubuhnya mulai hancur perlahan dari dalam, ia belajar mencintai sepi... karena hanya di sanalah ia bisa pura-pura baik-baik saja. Jongho, murid baru yang tak pernah dimintanya hadir, justru perlahan merobek celah-celah dinding itu. Younghoon, sang kakak yang terlalu cerewet dan terlalu cinta, mulai melihat retakan di balik senyum. Dan Woosan, dua sahabat yang selalu mengira mereka tahu segalanya-tanpa sadar sedang menjaga seseorang yang hampir menyerah. Dalam cerita ini, tak ada ledakan. Yang ada hanya pelan-pelan: tubuh yang melemah, rahasia yang menumpuk, dan cinta yang datang... ketika semuanya sudah terlambat. Dan di akhir, siapa yang masih bertahan untuk tetap tinggal? --- 🥀 Yeosang "Aku gak takut mati... Aku cuma takut... akhirnya mereka tahu, dan bilang aku egois karena nyembunyiin semuanya." --- 🧸 Jongho "Kak... kalau kakak capek, kenapa kakak gak pernah bilang? Kenapa kakak harus nunggu sampai aku lihat kakak hancur sendiri?" --- 🧩 Younghoon "Gue marah bukan karena lo sakit. Gue marah karena lo pikir lo sendirian." --- 🌪️ Woosan San: "Gue gak butuh alasan, Sang. Tapi lo nyuruh gue diem waktu lo hampir jatuh, itu kejam." Wooyoung: "Kita bukan cuma buat ketawa lo doang, goblok... kita juga ada buat nangis lo." ---