❈ Prolog ❈
Pernah tidak kamu merasakan sakit yang teramat? Lalu, pernah tidak kamu membayangkan apa alasan sakit itu terjadi?
Tuhan itu adil,
jika Beliau tidak adil,
aku akan berpikir Beliau adil,
karena aku yakin. Beliau itu adil.
ㅇㅇㅇㅇ
Di ruang kedap suara ini aku memperhatikan semuanya, tidak ada benda lain selain kasur single dan meja kayu kecil.
"Anstice-"
Tidak ada seorang pun yang bisa masuk kedalam ruangan ini. Pintunya berada di langit-langit, tepat di sebelah lampu aku bisa melihat pintu.
"Anstice,"
Lagi-lagi suara orang itu kembali.
Padahal aku tidak pernah membuat janji,
yang membuatku seperti ini.
Hanya,
Aku pernah mengucapkan sesuatu,
tanpa menimbangnya
aku memang berkepala batu,
dan sekarang adalah konsekuensinya.
ㅇㅇㅇㅇ
Kalian tahu?
Aku pernah berpikir, apakah setiap manusia mempunyai satu hal penting untuknya atau tidak?
Aku selalu berpikir, apakah setiap manusia memiliki tugas masing-masing atau tidak?
Dan, aku sadar sesuatu. Jika pergi bukanlah suatu ketakutan, karena yang menakutkan adalah kehilangan.
ㅇㅇㅇㅇ
Sekaranglah saatnya; aku akan menceritakan semua. Bagaimana sakitnya kehilangan, bagaimana kejamnya melepaskan, dan betapa mengerikannya kepergian.
Ini lah masa lalu. Cerita terdahulu, mungkin pilu.
Namun, ini lah masa lalu. Yang pernah berlalu.
- - - - 。
#Angst
#Sad 。
#Romance
#Hurt
#Astashiwadare 。
#Icesmonogatark
。
Yeosang tak pernah suka keramaian.
Tapi sejak tubuhnya mulai hancur perlahan dari dalam, ia belajar mencintai sepi... karena hanya di sanalah ia bisa pura-pura baik-baik saja.
Jongho, murid baru yang tak pernah dimintanya hadir, justru perlahan merobek celah-celah dinding itu.
Younghoon, sang kakak yang terlalu cerewet dan terlalu cinta, mulai melihat retakan di balik senyum.
Dan Woosan, dua sahabat yang selalu mengira mereka tahu segalanya-tanpa sadar sedang menjaga seseorang yang hampir menyerah.
Dalam cerita ini, tak ada ledakan.
Yang ada hanya pelan-pelan: tubuh yang melemah, rahasia yang menumpuk, dan cinta yang datang... ketika semuanya sudah terlambat.
Dan di akhir, siapa yang masih bertahan untuk tetap tinggal?
---
🥀 Yeosang
"Aku gak takut mati...
Aku cuma takut... akhirnya mereka tahu, dan bilang aku egois karena nyembunyiin semuanya."
---
🧸 Jongho
"Kak... kalau kakak capek, kenapa kakak gak pernah bilang?
Kenapa kakak harus nunggu sampai aku lihat kakak hancur sendiri?"
---
🧩 Younghoon
"Gue marah bukan karena lo sakit.
Gue marah karena lo pikir lo sendirian."
---
🌪️ Woosan
San:
"Gue gak butuh alasan, Sang. Tapi lo nyuruh gue diem waktu lo hampir jatuh, itu kejam."
Wooyoung:
"Kita bukan cuma buat ketawa lo doang, goblok... kita juga ada buat nangis lo."
---