We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
Identity

Identity

  • WpView
    Reads 357
  • WpVote
    Votes 46
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Dec 28, 2017
WpInfo
Fiction
Romance
❈ Prolog ❈ Pernah tidak kamu merasakan sakit yang teramat? Lalu, pernah tidak kamu membayangkan apa alasan sakit itu terjadi? Tuhan itu adil, jika Beliau tidak adil, aku akan berpikir Beliau adil, karena aku yakin. Beliau itu adil. ㅇㅇㅇㅇ Di ruang kedap suara ini aku memperhatikan semuanya, tidak ada benda lain selain kasur single dan meja kayu kecil. "Anstice-" Tidak ada seorang pun yang bisa masuk kedalam ruangan ini. Pintunya berada di langit-langit, tepat di sebelah lampu aku bisa melihat pintu. "Anstice," Lagi-lagi suara orang itu kembali. Padahal aku tidak pernah membuat janji, yang membuatku seperti ini. Hanya, Aku pernah mengucapkan sesuatu, tanpa menimbangnya aku memang berkepala batu, dan sekarang adalah konsekuensinya. ㅇㅇㅇㅇ Kalian tahu? Aku pernah berpikir, apakah setiap manusia mempunyai satu hal penting untuknya atau tidak? Aku selalu berpikir, apakah setiap manusia memiliki tugas masing-masing atau tidak? Dan, aku sadar sesuatu. Jika pergi bukanlah suatu ketakutan, karena yang menakutkan adalah kehilangan. ㅇㅇㅇㅇ Sekaranglah saatnya; aku akan menceritakan semua. Bagaimana sakitnya kehilangan, bagaimana kejamnya melepaskan, dan betapa mengerikannya kepergian. Ini lah masa lalu. Cerita terdahulu, mungkin pilu. Namun, ini lah masa lalu. Yang pernah berlalu. - - - - 。 #Angst #Sad 。 #Romance #Hurt #Astashiwadare 。 #Icesmonogatark 。
All Rights Reserved
#21
sadness
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Breathe
  • laut yang membawanya pergi (END) ✓
  • Self Injury's(complete)✔
  • TIME will TELL {On Going}
  • ALEYA~~
  • Couple Ring 2 [Complete]
  • The Kidnapper
  • DikaRanggi
  • Bianglala
Breathe

[Trigger warning! Efek yang kalian rasakan setelah membaca cerita ini di luar tanggung jawab dan kuasa penulis.] We all here have our own struggles. Hal tersebut adalah sesuatu yang pasti dalam hidup, yang tidak dapat ditentang lagi. Itu pula yang dirasakan oleh Rome. Ia sama seperti kalian. Ia pun memiliki masalahnya sendiri. Memiliki "luka"-nya sendiri. Tak terhitung berapa banyak goresan yang pernah ditorehkan dunia padanya hingga detik kau membaca kalimat ini. Sampai pada akhirnya, ia tidak dapat merasakan luka itu lagi. Kau tahu? Tingkatan sakit yang paling sakit adalah ketika kau sudah tidak dapat merasakan apa-apa lagi. Dan itulah yang dirasakan oleh Rome. Semuanya terasa kebas. Semuanya terasa begitu biasa. Semuanya terasa bagaikan bagian dari hidupnya yang mustahil untuk dihilangkan. Namun tetap saja, luka itu tidak akan pernah hilang dan akan selalu terasa sakit ketika dunia lagi-lagi menggoresnya. Bukan soal fisik, namun soal jiwanya. "Sometimes you gotta bleed to know that you're alive and have a soul." -Twenty One Pilots-

More details
WpActionLinkContent Guidelines