Real Life

Real Life

  • WpView
    Reads 60
  • WpVote
    Votes 4
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Jan 19, 2018
WpInfo
Fiction
Romance
Namaku Onya mahasiswa semester akhir yang sering sensitif dengan namanya wisuda. Ibu mendesak aku secepatnya lulus kuliah agar dapat di jodohkan dengan teman ayah. Padahal keinginanku setelah lulus kuliah adalah bekerja. Akankah sesuai keinginanku. Namaku Putra anak pertama dari dua bersaudara. ibu mendesak aku segera ke jenjang yang lebih serius agar kehidupanku tertata dengan baik. Karena, selama ini hidupku hanya bekerja memikirkan untuk ke jenjang yang lebih serius saja tidak ada. Bagiku bekerja sangat penting bagaimana nanti kamu menafkahi istrimu. Punya pacar saja tidak bagaimana aku mewujudkan harapan ibu. Akankah ibu turun tangan dalam masalahku sekarang.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Senja untuk Genta
  • Destiny Love With You
  • AMOUR (Mr. Pradipta)
  • Gerimis Dibalik Senja
  • MY ASDOS MY CRUSH
  • My Hot Dusen is Killing Me!
  • PAK DOSEN, I LOVE YOU ❤
  • Dosenku Suamiku (TAMAT)                            [TERSEDIA DI GRAMEDIA]
  • Perjodohan Berakhir Cinta

Senja Maharani. Mahasiwi jurusan Ilmu Komunikasi, berusia 20 tahun. Seorang anak tunggal yang telah kehilangan kedua orang tuanya. Memyambung hidup dengan bekerja part time di dua tempat membuat IPKnya turun. Penurunan IPK membuat beasiswanya terancam. Mau tak mau ia harus mencari donatur yang bisa membuatnya tetap melanjutkan kuliah. Dekan di Fakultasnya menawarkan seseorang yang bisa menjadi donaturnya. Mau tak mau Senja pun menyanggupi. Yang jadi masalah, syaratnya adalah ia harus menikah dengan keponakan sang dekan yang rupanya penyandang disabilitas... ~Senja Maharani~ Sabar, Nja... yang penting sampe wisuda aman... selesai kukiah bisa dinego kalau mau pisah... yang penting gak bayar kosan sama gak makan mie instan... Lagian tuh om-om juga buta... mana tahu kan dia gue ngapain aja... ~Genta Wira Atmaja~ Saya memang buta. Tapi saya tidak bodoh. Jangan kamu pikir saya akan melepaskan kamu setelah kuliah kamu beres. lalu satu hal lagi, berhenti panggil saya, 'om'! Usia kita cuma beda 13 tahun.

More details
WpActionLinkContent Guidelines