Tears in Heaven (TAMAT)

Tears in Heaven (TAMAT)

  • WpView
    Reads 477
  • WpVote
    Votes 8
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadComplete Wed, Mar 27, 2019
WpInfo
Fiction
Romance
Kisah cinta Sarah Damayanti dan Rudolf Krecthmer. (TAMAT) Sarah Damayanti Wajah Sarah makin pucat. Dia terpojok. Apa yang harus dikatakannya? Berdusta? Mengatakan bahwa dia cuma menganggap Rudolf teman biasa, padahal jauh di lubuk hatinya pun telah tumbuh benih-benih cinta? Dua minggu menemani cowok itu keliling obyek wisata di Yogya dan Jawa Tengah, sanggup menabur rasa suka yang teramat sangat. Tatapan matanya yang teduh, sikapnya yang melindungi, perhatiannya, kemuliaan hatinya, bahkan kesopanannya yang mungkin melebihi cowok pribumi sendiri. Rudolf Kretchmer "Setelah pulang, aku merenungi kata-katamu. Mungkin kau benar, keputusanku waktu itu terlalu tergesa-gesa. Lalu kuputuskan untuk tidak menghubungimu. Aku coba melupakanmu. Setahun lebih, Sa. Itu bukan waktu yang pendek. Dan selama itu pula aku tersiksa kerinduan yang kian mencekam. Sampai akhirnya aku yakin, aku benar-benar mengasihimu. Ketika libur kusempatkan pergi ke sini. Aku ingin memastikan, apakah hatimu pun untukku, ataukah tidak sama sekali." Bagaimana kelanjutan kisah cinta mereka...? Silakan cari tahu sendiri, ya...!
All Rights Reserved
#1
blesteran
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Lembar Terakhir Surat Untuk Dika
  • Gereja Tua
  • KITA BERBEDA (antara Aku, Kamu, dan Tuhan)
  • Berakhir Ikhlas [vakum]
  • CINTA BEDA AGAMA
  • satu Hati Beda Agama
  • Mengapa Kita? (Usai√)
  • AGAMA KITA BERBEDA
  • PERBEDAAN

"Tentang hari ini Dik, seni mencintaimu harus ku akhiri dengan kesedihan dan kebahagiaan yang mendalam. Kau sudah menemukan kebahagiaan yang selama ini kau cari. Salut untukmu Mil, kamu perempuan hebat. Dan ku titipkan semua aksaraku padamu, sebagai bait kata yang menemukan penyair baru. Puisiku akan terus tumbuh, meski aku tak lagi dapat merangkainya" Kisahh ini bercerita tentang Anima, gadis cantik asal Solo yang sedang dalam tahap berhijrah. Ia bukan seorang pendosa. Namun, betapa susahnya istiqomah menjalani perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya. Terlebih lagi, hal yang lebih sulit dialaminya ketika keimanannya diuji oleh hadirnya sosok Andika Ahmad Firdaus dalam hidupnya. Teman SMA yang sedang menjalani pendidikan TNI. Seseorang yang hanya bisa dirangkul dari jauh tanpa bisa menyentuhnya. Memeluknya dalam hati, mencintai sendirian. Iman yang kokoh bahkan sesekali tersungkur, membuatnya lelah dan selalu dalam keputus asaan. Hingga pada akhirnya, melepaskan adalah sebaik-baiknya bentuk mengikhlaskan. Sebab jatuh cinta adalah takdir, mencintai adalah pilihan. Dan Anima telah memilih untuk mencintai dengan cara yang paling menyakitkan. "Akan ku kantongi kegagalanku hari ini. Tidak akan ku buang. Nanti akan ku lihat kembali ketika kemenangan sudah menghampiri." Hatiku yang berkata. Rancu. Setiap hari selalu rasa letih yang ku rasakan. Entah apa yang membuat aku setegar itu sampai saat ini. Hanya iman yang kumiliki. Ini adalah kisah muslimah yang merangkak menemui Tuhannya dalam cinta yang tak seharusnya.

More details
WpActionLinkContent Guidelines