Coretan Luka

Coretan Luka

  • WpView
    Reads 792
  • WpVote
    Votes 36
  • WpPart
    Parts 23
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, May 4, 2018
Akan ada waktunya untuk bunga itu bermekaran. Akan ada dimana sebuah pengorbanan tidak berarti lagi. Bukan tidak berarti hanya sang waktu yang belum menjawabnya. Akan ada masa dimana semua orang mulai bergerak menjauhi. Akan ada dimana sebuah percaya terganti oleh sebuah penghianatan.Alur waktu semakin cepat, maka akan semakin cepat pula merasakan apa yang dinamakan hancur. Gadis sepertiku mana ada yang mau menerima. Akibat ego yang menguasai jiwa,ambisi yang selalu menguap ke permukaan dan emosi yang selalu tidak dapat dikendalikan. Suatu kesalahan di masa lalu, bukan berarti menjadi penghambat untukku. Aku menganggapnya sebagai sebuah kerikil di sepanjang jalan, bukan sebuah batu besar yang menghalangi jalan. Akan ku ladeni permainan waktu ini. Meski harus merasakan jatuh berkali-kali, aku percaya akan ada masa dimana aku memiliki keadilanku sendiri. Entah kapan datang masa itu tapi aku percaya masa itu akan datang untukku. Cover by~rainbow
All Rights Reserved
#160
ego
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Evanescent [END]✓
  • SEMESTA TAK MERESTUI
  • As Time Allows
  • PESAN UNTUK RAYAN
  • Elegi Rasa : Pergi
  • LOVE AND FRIENDSHIP ( R & J : 1 )
  • Perihal Waktu [ REVISI ]
  • Why Stay Away?
  • GREENSTA [END]
  • Lumen Spei. [Ongoing]

Dua pejuang terkuat adalah kesabaran dan waktu. (BELUM REVISI) ~•~ Katanya, waktu bisa menyembuhkan segalanya. Tapi bagi sebagian orang, waktu hanya membuat luka belajar berdiam lebih dalam. Di antara pertemuan geng Renoir dan Otakata, waktu seolah sedang menulis sesuatu yang tak bisa dihindari. Rahasia masa kecil yang terkubur akhirnya muncul, membawa Ola kembali pada sesak yang lama ia pura-pura lupakan. Dunia di sekitarnya pun terasa kian sempit, penuh orang yang menukar kasih dengan harta, dan keluarga yang menuntut balas budi seolah cinta punya harga. "Katamu, semakin kamu menyayangi seseorang, semakin kamu ingin bersembunyi darinya. Sekarang aku mengerti," bisiknya lirih. "Aku menyesal ... menyesal karena tidak pernah benar-benar memahamimu." Dan di bawah langit yang bisu, hanya kata maaf yang tersisa, sebab semuanya sudah terlambat, tenggelam bersama waktu yang tak pernah memihak.

More details
WpActionLinkContent Guidelines