Sunrise
  • WpView
    Reads 245
  • WpVote
    Votes 47
  • WpPart
    Parts 7
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Jan 31, 2018
Dia bagaikan Matahari terbit menebarkan cahaya yang hangat. Penuh semangat. Jika kemarin ia terjatuh maka esok ia akan berdiri tangguh Jika kemarin ia terluka maka esok ia akan tersenyum bahagia Dia percaya kepada takdir. Apa yang terjadi hari ini pasti semua ini untuk esok yang terbaik Sebab bagi Ghia, bahagia setelah terluka adalah sebuah keharusan. Ketika Ghia mengenal seseorang, kehidupannya berubah drastis. Cinta, janji, kepercayaan dan air mata semua itu Ghia rasakan bersamanya. Seperti matahari setiap terbit pasti akan terbenam, setiap yang datang pasti akan pulang. Itulah kehidupan tidak akan ada yang abadi didunia ini. Rencana Tuhan memang yang terbaik Dan Ghia percaya itu. Apapun akhirnya... ***
All Rights Reserved
#25
raven
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Paradise
  • GRIZLEN {On Going}
  • FEAR
  • Halaman Terakhir Untuk Gara [END]
  • Jejak Hati di Persimpangan Takdir
  • Dalam Rintik yang Sama
  • Loving Like The Sun
  • CINA-CINTAKU (SELESAI)
  • PESAN UNTUK RAYAN
Paradise

(SUDAH TERBIT) PESAN DI SHOPEE LOVELYMEDIA. "Lihat saudaramu yang lain! Mereka berprestasi! Tidak buat onar! Membanggakan orang tua!" Baginya yang terbiasa dibandingkan dengan saudara sendiri, mendengar perkataan itu tak lagi menimbulkan sakit meski sesekali menangis dalam diam. "Woi cupu! Beresin nih sekalian buang sampahnya. Awas aja lo masih bisa santai disini." "Orang kayak lo emang pantes dapet temen?" "Makanya gak usah belagu! Dasar babu!" Lambat laun perkataan mereka tak lagi berefek pada hatinya, apa ini? Apakah ini yang disebut mati rasa? Ternyata ... setelah mati rasa pun ia tetap merasakan pahit yang sulit dijelaskan. Mengapa begitu banyak orang yang membencinya? Apa salahnya? Di mana letak kekurangannya? "Urus diri lo sendiri!" "Dasar manja!" "Qi, urusan abang bukan cuma kamu. Jangan egois." Ah, begitu. Ternyata di mata ketiga saudaranya pun ia terlihat manja dan menyusahkan. Bagaimana ini? Hatinya kini sudah pecah berkeping-keping, ia tak lagi merasakan dirinya sendiri. Harapannya ... sungguh sederhana, semoga kelak Ayah dan ketiga saudaranya dapat kembali menyayanginya. Semoga masa SMA-nya bisa seindah cerita novel yang ia baca. Semoga keinginan itu dapat ia rasakan sebelum ajal menjemputnya dengan paksa. .... Warning: violence, harsh word, bullying, suicide, etc. All picture from pinterest.

More details
WpActionLinkContent Guidelines