Akhir Dari Segalanya

Akhir Dari Segalanya

  • WpView
    Reads 4,852
  • WpVote
    Votes 216
  • WpPart
    Parts 61
WpMetadataReadComplete Sun, Sep 16, 2018
Menulis bukan semata-mata untuk menunjukkan sebuah kehebatan yang ingin dibangga-banggakan. Beberapa tulisan adalah bagian dari ungkapan yang tidak mampu diucapkan. Keresahan-keresahan yang barangkali perlu di sampaikan. Menulis bukan ajang untuk di akui hebat, lalu di agung-agungkan dengan sangat, bukan begitu. Ketika dengan berbicara pendapat yang ada tidak pernah diterima, barangkali menulis bisa jadi salah satu solusinya, agar semakin banyak orang-orang yang suka membaca. Meski tidak semua tulisan yang ada, baik untuk dicerna dan diterima. Akan selalu ada tulisan yang menimbulkan perpecahan dimana-mana, namun akan ada pula tulisan yang membukakan pikiran-pikiran kita untuk mampu menerima dan memahami situasi yang ada. Namun semua tulisan yang ada, menjadi hak siapa saja untuk membacanya, mau diterima atau tidak nantinya, tentu itu adalah hak masing-masing kita. Lain halnya dengan tulisan yang merupakan karya sastra, tidak akan sama jenisnya dengan tulisan yang berupa penyampaian gagasan atau pemikiran, karena setiap penulis yang ada, akan memiliki genre yang berbeda-beda pada masing-masing tulisannya. Bagiku, menulis adalah cara untuk membunuh kesepian-kesepian yang terasa, imajinasi-imajinasi yang menumpuk di kepala.
All Rights Reserved
#14
lifequotes
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • I'm okay (END)
  • Sefrekuensi {ON GOING}
  • FIZYA
  • KLINIK PUISI (Semoga Lekas Kambuh)
  • [✔️terbit] 1. The Girl That Hurt
  • Sepotong Kue Kenangan dan Secangkir Kopi Pahit
  • 2.LAST RAIN [ You're the only one ]✔ Lee Jeno
  • Let Me Love You Longer
  • Surat Cinta untuk Diriku Sendiri

Orang tuanya selalu bertengkar, tak ada yang bisa ia lakukan selain berusaha meyakinkan diri bahwa keluarganya akan baik-baik saja. Pertengkaran adalah hal wajar dalam rumah tangga. Tumbuh gadis itu berdampingan dengan rasa sakit. Hingga tiba pada satu kejadian, Caramel terpaksa harus mengantarkan surat cinta milik sahabatnya, alih-alih sudah benar, ternyata surat itu salah alamat. Berujung pada benih-benih cinta antara Caramel dengan si penerima surat tadi. Namun, keadaan tak semulus yang dibayangkan kala keduanya semakin dekat, Caramel justru terbayang adegan mengerikan kala kedua orang tuanya yang saling mencintai justru berujung saling menyakiti. Caramel trauma dengan Cinta. Juga tak percaya dengan sebuah hubungan. "I don't believe in a relationship." - Caramel. Note : Di beberapa chapter awal, cerita ini tidak ada kisha romansa sama sekali. Author ingin menceritakan bagaimana sakitnya tokoh Caramel. Setelahnya, baru author ciptakan adegan manis guna menunjukkan bahwa roda kehidupan itu berputar. Cerita ini dibuat semata-mata hanya untuk menyalurkan hobi dan imajinasi. Start : 16-04-22 End : 21-10-22 Rank : # 1 in overthinking [31-08-22] # 1 in brokenhome [26-10-22] # 1 in pelajaran hidup [30-10-22] # 1 in insecure [11-11-22] # 4 in cinta beda agama [10-11-22]

More details
WpActionLinkContent Guidelines