Akhir Dari Segalanya

Akhir Dari Segalanya

  • WpView
    Reads 4,901
  • WpVote
    Votes 216
  • WpPart
    Parts 61
WpMetadataReadComplete Sun, Sep 16, 2018
WpInfo
Non-Fiction
Menulis bukan semata-mata untuk menunjukkan sebuah kehebatan yang ingin dibangga-banggakan. Beberapa tulisan adalah bagian dari ungkapan yang tidak mampu diucapkan. Keresahan-keresahan yang barangkali perlu di sampaikan. Menulis bukan ajang untuk di akui hebat, lalu di agung-agungkan dengan sangat, bukan begitu. Ketika dengan berbicara pendapat yang ada tidak pernah diterima, barangkali menulis bisa jadi salah satu solusinya, agar semakin banyak orang-orang yang suka membaca. Meski tidak semua tulisan yang ada, baik untuk dicerna dan diterima. Akan selalu ada tulisan yang menimbulkan perpecahan dimana-mana, namun akan ada pula tulisan yang membukakan pikiran-pikiran kita untuk mampu menerima dan memahami situasi yang ada. Namun semua tulisan yang ada, menjadi hak siapa saja untuk membacanya, mau diterima atau tidak nantinya, tentu itu adalah hak masing-masing kita. Lain halnya dengan tulisan yang merupakan karya sastra, tidak akan sama jenisnya dengan tulisan yang berupa penyampaian gagasan atau pemikiran, karena setiap penulis yang ada, akan memiliki genre yang berbeda-beda pada masing-masing tulisannya. Bagiku, menulis adalah cara untuk membunuh kesepian-kesepian yang terasa, imajinasi-imajinasi yang menumpuk di kepala.
All Rights Reserved
#46
lovepoem
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • LOVE YOURSELF(Hiatus)
  • Lembut Seperti Doa
  • Sefrekuensi {ON GOING}
  • Rasa Tanpa Kata
  • Lost in Your Mysterious Feeling [ TAMAT ]
  • Surat Cinta untuk Diriku Sendiri
  • 2.LAST RAIN [ You're the only one ]✔ Lee Jeno
  • FIZYA
  • Let Me Love You Longer
  • [✔️terbit] 1. The Girl That Hurt

cintailah dirimu terlebih dahulu sebelum mencintai orang lain. 👨‍👩‍👧‍👧💔 Sekarang rumah bukan lagi tempat paling nyaman bagi gadis itu, bukan lagi tempat kepulangan yang paling di tunggu-tunggu. Baginya rumah sekarang tempat paling sepi, tempat paling menyeramkan. Walaupun ada banyak orang di dalamnya. Ia merindukan suasana rumahnya yang dulu. Penuh kedamaian dan keharmonisan dan tidak ada pertengkaran. Selalu ada kasih sayang diantaranya, tapi sekarang rumah menjadi tempat yang paling ia benci. Berlakon menjadi gadis yang tidak tahu apa-apa padahal, banyak yang ingin ia suarakan justru menyiksa. Berpura-pura tuli seakan-akan tidak pernah mendengar apapun tapi, ternyata itu sulit. Pergi, satu kata yang sudah lama terlintas dari dalam pikirannya. Namun, ada beberapa orang yang ingin diselamatkan bukan, bukan beberapa orang, tapi semuanya. Yang ingin ia singkirkan bukan orangnya, tapi permasalahannya. Kepada rumah yang sekarang bukan benar-benar rumah yang layak huni. Bangunan paling bersejarah, yang menyaksikan gadis ini tumbuh dan besar sekuat baja. 👇👇 Ini bukan cerita tentang seorang anak yang selalu di manja dan disayangi oleh orang tuanya tapi ini cerita tentang seorang anak yang selalu diperlakukan berbeda oleh orang tuanya sendiri dan merasa diasingkan. Ini bukan cerita tentang kisah seorang gadis yang bahagia dengan keluarganya tapi ini kisah seorang gadis dengan berbagai macam penderitaan. Cerita ini mengisahkan hidup seorang gadis yang selalu dibenci oleh orang tuanya, teman sekolah, saudaranya dan bahkan orang asing yang tidak mengenalnya. Bagaimana rasanya tanpa kasih sayang orangtua?? Sedih, sakit, dan miris. pesan Author's keluarga besar WATTPAT SEJATI

More details
WpActionLinkContent Guidelines