Hope & Light

Hope & Light

  • WpView
    Reads 257
  • WpVote
    Votes 39
  • WpPart
    Parts 6
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Jul 21, 2018
Apa kalian percaya dunia paralel? Apakah masih ada harapan dan cahaya bagiku? Sepertinya 'Tidak' Argh! kenapa aku bisa terjebak di dunia absurd ini. Mungkin ini karma karena aku sering membantah nenek (╥_╥) Siapa saja tolong aku. Aku tidak ingin menjadi istri dari seorang Raja berjenggot tebal, kejam, dan menakutkan!! 😭 Dimana pangeran berkuda ku yang tampan Σ( ° △ °|||)︴ haii minna~ ≧﹏≦ ini cerita yg bertema fantasy dan cerita pertama buatan saya. Hope u like 😘
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • BUKAN BEGINI (Tamat)
  • Always Stay In You
  • BYE, MANTAN! (TAMAT)
  • [1] Takdir Putri Kecil Yang Liar
  • TUAN VILLAINKU~ (Tamat)
  • Canvas of Love (Tamat)
  • GENRENYA SALAH! (Tamat)
  • VILLAIN'S PRECIOUS DAUGHTER (Tamat)
  • THE BROKEN CONCORD

Aku telah melakukan banyak perjalanan dari satu cerita ke cerita lainnya sebagai antagonis. Misiku hanya satu, memastikan tokoh utama perempuan menderita sesuai dengan naskah asli. Satu, kucing putih yang bisa bicara sekaligus penanggung jawab isekai milikku, memberiku banyak bantuan. Mulai dari dunia vampir, petarung sinting, sampai novel picisan. Segalanya kuselesaikan dengan tuntas, sesuai perjanjian dengan Satu. Seharusnya bila tugas terakhirku, misi nomor seratus, selesai maka aku akan dijanjikan boleh hidup sebagai orang berkecukupan, superberuntung, dan jauh dari kesialan apa pun. Seharusnya! SEHARUSNYA! "Mohon maaf, kuota bagi penerima paket untung sudah habis," Satu menginformasikan. Tentu saja aku marah. Rasanya seperti kena scam mentah-mentah. Seratus misi. Bermacam kegiatan sinting. Dedikasi yang tidak terbayarkan. Aku menuntut ganti rugi, tapi Satu berkata bahwa kepala isekai tidak menerima keluhan. "Ya sudah, hidup di sini saja." Gampang sekali Satu bicara. Hidup di sini. Di cerita keseratus. Di sebuah novel picisan CEO sinting. Aku bahkan berani taruhan bahwa penulis tidak melakukan riset sama sekali. Oh itu belum termasuk fakta bahwa aku, si pelaku kejahatan dalam cerita, akan mati di tangan tokoh utama pria karena telah merugikan kekasih impiannya. Aku, bukan orang lain. Bukan Satu si kucing gembul biang kerok. Aku! "Buhuuuu apa kamu nggak bisa mempertimbangkan diriku sebagai asisten rumah tangga?" Apa yang bisa kulakukan? Iya, tepat sekali. Hadapi racun dengan racun. Alias, kubuang harga diri dan lari mencari belas kasih dari Bos Antagonis, Mr. Villain, Big Boss. Inilah yang terbaik, 'kan? Benar, 'kan?

More details
WpActionLinkContent Guidelines