UNCONTROLLED LOVE

UNCONTROLLED LOVE

  • WpView
    Reads 94
  • WpVote
    Votes 10
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Jun 23, 2018
WpInfo
Fiction
Romance
aku tidak tahu sejak kapan perasaan tak wajar ini muncul. semakin sering ku menyangkalnya, semakin kuat pula perasaan tak wajar ini tumbuh di hati. wajarkah jika aku menyukai kakak laki-lakiku dengan diriku yang juga seorang laki-laki ? ya tuhan, aku pasti sudah gila sekarang... Fabiyan Alexander, 23 tahun bagiku, dari dulu hingga sekarang dia tetaplah adik kecil bagiku. aku menyayanginya dan memanjakannya selalu. sampai suatu hari aku mulai merasakan sesuatu yang berbeda dari sikap adik kecilku itu. ini tidak boleh terjadi, aku harus merubahnya sebelum terlambat.. Alan Alexander, 28tahun cerita ni mengisahkan tentang rasa sayang sang adik yg berubah orientasi menjadi cinta pada kakaknya sendiri. ni bukan cerita tentang pasangan gay tapi tentang penyebab seseorang bisa berubah orientasi seksualnya.. so, baca cerita ni mungkin bisa jadi pembelajaran buat pembaca mengenai orientasi seksual yang sebenernya... tertarik ? langsung baca aja ya ...
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Cinta Berbentuk Persegi [END]
  • Rasa yang salah
  • Love With My Brother [OPEN PO]
  • Jenar (Gay)
  • Tak Harus Sama!
  • Rannia√
  • Semesta (offGun)
  • Incest (TERBIT)
  • Oh, Her Brother!
  • I Want You To Know(SLOW UPDATE)

Gue nggak pernah nyangka hidup gue bisa berubah drastis cuma dalam tiga hari. Dulu gue Aria yang gemuk, pemalu, dan lebih sering ngumpet di balik punggung Alice atau Tessa kalau ada cowok ganteng lewat. Tapi sekarang? Semua mata ngelirik ke arah gue setiap gue jalan di koridor sekolah. Padahal gue nggak pernah minta buat jadi pusat perhatian. Gue cuma... kehilangan berat badan karena sedih nonton film BL favorit gue. Kedengarannya konyol, ya? Tapi kenyataannya, tangisan dua hari lebih itu ngubah seluruh penampilan gue. Dan parahnya, sekarang mama sama abang gue aja sempat nggak ngenalin gue. Yang lebih aneh lagi, cowok-cowok yang dulu cuek sekarang mulai mendekat. Chris, cowok basket yang dulu ngelempar bola ke kepala gue, sekarang malah ngajak kenalan. Melker, yang biasanya dingin kayak kulkas dua pintu, tiba-tiba jadi perhatian dan mau ngobrol. Dan Adrian... dia kayak punya radar khusus buat bikin gue salah tingkah setiap detik. Bahkan candaannya yang ngeselin aja bisa bikin jantung gue deg-degan. Gue bingung harus senang atau takut. Karena gue masih Aria yang sama di dalam, cuma dunia di luar yang kelihatannya mulai berubah.

More details
WpActionLinkContent Guidelines