We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
Just Memories

Just Memories

  • WpView
    Reads 25
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Jun 19, 2018
WpInfo
Fiction
Romance
Tidak semua hal bisa mengantarkan kita pada sesuatu yang baik. Terkadang kita perlu ruang untuk mencerna hal-hal tersebut agar kita tidak terjerumus pada hal yang buruk. 'Munafik' mungkin itu kata yang tepat untuk menggambarkan betapa menyedihkannya kehidupan di dunia yang fana. "Gue nggak bakalan pergi kok." ucap Nala riang. Cukup. Cukup kata itu yang dibutuhkan seorang Arga Raka Putra untuk meneruskan hidupnya. Hanya kata-kata itu yang bisa ia jadikan dorongan untuk selalu hidup 'normal' bersama perempuan yang sangat ia sayangi itu. "Makasih la," ucap Arga lirih.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Taken Slowly
  • TRAUMA
  • Nathalea
  • Friendzone Stuck
  • Cintaku Berawal Dari Sepatu Terbang  ( Bara )
  • Three Idiot Girls  ✔
  • Bukan Kita D.A.N
  • Naura & Lukanya

MAUVE Diawali dengan jatuh cinta pada pandangan pertama. Di atas bus pada suatu sore sepulang latihan tari. Aneh rasanya, gue yang suka nge-cover dance K-Pop di media sosial dan cuma buka buku pelajaran kalau besok ada ujian, naksir cowok yang selalu peringkat satu di kelas dan hobinya adalah belajar. Tapi, cinta emang kayak gitu, 'kan? Memunculkan hal-hal baru yang lo enggak tahu ada di diri lo. MILO Jatuh cinta sama sahabat sendiri dan ketahuan? Dan, demi menyelamatkan muka, mau-mau aja diajak pura-pura pacaran sama teman sekelas yang terang-terangan naksir elo? Yap, tepat itulah yang gue lakukan. Kesalahan besar karena hidup gue yang tenang jadi berisik seketika. Cewek satu itu begonya enggak nanggung-nanggung dan mulutnya enggak pernah berhenti ngomong. Yang ada di otaknya cuma nari dan malas-malasan. Kemudian, pada satu titik, mendadak aja kehadirannya bikin gue terbiasa.

More details
WpActionLinkContent Guidelines