We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
Kandita

Kandita

  • WpView
    Reads 289
  • WpVote
    Votes 28
  • WpPart
    Parts 5
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Jan 2, 2018
WpInfo
Fanfic
Tuhan mengapa aku diciptakan berbeda. Ingin ku katakan bahwa diriku tak pantas bernyawa. Keadaan ini membuat aku tak berguna. Aku berpikir Tuhan tak sayang Aku menyangka Tuhan tak cinta Mengapa aku tak seperti manusia lainnya Sejenak aku merenung dan kutemukan jawabannya Aku memang tak sempurna Tapi bukan berarti aku tak berguna Akan ku buktikan pada dunia Bahwa aku pantas untuk mendesah.
All Rights Reserved
#40
viksi
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Dear Fenly || Un1ty
  • Khatulistiwa[TAMAT]
  • ANOTHER LOVES -END-
  • JERA (End)
  • Take My Hand And Never Let It Go
  • unlocked [JoongDunk]
  • Insecurity [ SEGERA TERBIT ]
  • PERFECT LOYALTY
  • Andai Dia Tahu

Sama halnya seperti semburat warna pelangi Gugusan bintang di langit dan aurora Borealis Beberapa entitas indah memang diciptakan untuk dipandang Bukan untuk diraih apalagi dimiliki Bagaikan mengharap pakistan bersatu dengan India Jangankan kasih sayangnya, perhatian darinya saja tak dapat ku miliki Ini bukan bagaimana aku mengisahkan cerita cinta dalam hidupku, kisah ini tak berisi bagaimana aku bertemu gadis cantik karna tak sengaja menabraknya atau tak sengaja satu kelas dengan dia, kemudian kami saling jatuh cinta dan bahagia. Tidak ini jauh dari kisah seperti itu. Aku ingin menceritakan kebohongan mamaku yang mengatakan kalau semua akan baik-baik saja. Aku ingin menceritakan kebohongan mama yang katanya akan menemaniku selamanya dan aku juga ingin menceritakan kebohongan mama tentang bagaimana indahnya memiliki saudara. Aku tak mengerti bagaimana bisa wanita yang paling ku percaya tega membohongiku, aku masih tak mengerti bagaimana Tuhan menuliskan kisahku ke arah mana, ia memberiku air mata tapi sepertinya lupa menuliskan kata bahagia, setelah semua kebohongan itu ku terima, setalah takdir itu Tuhan mainkan kehidupanku banyak berubah. Kepedihan dan penderitaan mulai tertarik untuk singgah. Meninggalkan rumah, dan tinggal dengan manusia-manusia random akan menyenangkan pikirku, hingga aku lupa jika salah satu dari mereka adalah sumber luka yang nyata. Sia-sia aku lari ternyata luka itu turut mengikuti, ingin mencoba membenci tapi aku tak akan pernah sanggup perangi. Hingga kini luka itu abadi dalam hati.

More details
WpActionLinkContent Guidelines