Sajak Dalam Elegi

Sajak Dalam Elegi

  • WpView
    Dibaca 2,937
  • WpVote
    Vote 179
  • WpPart
    Bab 23
WpMetadataReadBersambung
WpMetadataNoticePublikasi terakhir Sab, Okt 3, 2020
WpInfo
Puisi
Dengan ini, kutuliskan suara-suara yang selama ini tertahan, terkungkung dalam jeruji bisu agar tak lagi ada yang diam-diam terluka kemudian hilang. Untukmu, entah siapa pun kamu #153 Poetry - 19 Mei 2018
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
#120
aksara
WpChevronRight
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • PERLINA
  • Resonansi Rasa. (Bersauh)
  • Rangkaian Aksara
  • Èpifora: Manusia Patah Hati yang Kembali Terluka oleh Puisi
  • Aksara Tak Bertuan
  •  Rasa Tanpa Nama
  • Biru Milikku ✔
  • Coretan Pemikat
  • {PERKATA} Selesai
  • Poetry
  • Filosofi Semesta (COMPLETE)
  • Pro
  • SajakSesak 2 [Arief Aumar]
  • Balada Syair Sunyi
  • KLINIK PUISI (Semoga Lekas Kambuh)
  • Me adalah Aku
  • Tentang Sebuah Rasa [SUDAH TERBIT]
PERLINA

Maaf, sayap rumpangku lagi-lagi patah, derai-derai air mata luluh lantak, dan karang-karang kuatku kini seringkih sutra. Tetapi, inilah caraku untuk tetap hidup dan bertahan. Sebab, andai aku gagal membuat diriku terlihat, biar aksaraku yang mengabadikanku dalam bingkai kenangan. Copyright 2019 by Aksara- Picture by rawpixel Edited by Aksara- #1 Isi (16/01/20)

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan