"Maaf, sebab aku hanya bisa menggoreskan luka yang begitu dalam tanpa bisa menyembuhkan" - Yudistira Putra Anumerta
"Tolong, menoleh sebentar kebelakang disini ada aku yang penuh dengan luka penantian" - Ayunda Febrian Wardana
"lo gak pernah ngrasain jadi gua ra" -Amanda mulai tak bisa mengontrol emosinya
"gua cuman penuh luka buat lo"
"aku sanggup jadi obat dari luka-lukamu" -Indira berkata dengan suara lembutnya