Mr.Blank (Sheikh Hamdan)

Mr.Blank (Sheikh Hamdan)

  • WpView
    Reads 7,967
  • WpVote
    Votes 481
  • WpPart
    Parts 6
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Oct 3, 2018
Apa yang lo lakuin kalo nemu cowok super ganteng bermata sendu meringkuk di depan pagar rumah lo ? Diemin aja ? Persilahkan masuk ke rumah ? Atau langsung bawa ke KUA aja ? "Siapa anda ?" "..." "Nama Anda siapa ?" "..." Pria tampan itu menatap aneh orang-orang di depannya.Mereka berbicara seperti alien yang tidak bisa ia mengerti sampai seorang gadis menatapnya lekat meneliti kemudian berkata.. "Man anta ?" (Kamu siapa) Pria itu tersenyum senang membuat wajahnya terlihat sangat manis. "Ana Hamdan" "Wah gila ! Dia orab arab asli" NOTE : cuma buat peringatan aja kalau kalian keluar rumah cek dulu depan pager sapa tau ada cogan minta di bawa ke KUA. (Just for baper bersama)
All Rights Reserved
#15
dubai
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • DIBALIK DINGINMU, ADA AKU.
  • Cahaya Iman Gus Berandal (on going)
  • ℝ𝔼𝕍𝔸𝕃ℤ𝔼ℕ 𝔸𝔼ℝ𝕃𝔸ℕ𝔾𝔾𝔸 //𝑅𝑒𝑣𝑖𝑠𝑖\\
  • Beautiful Disaster
  • SIRAT DUA SURGA
  • They Don't Know About Me!!!
  • Abigail Husband Is Dangerous √Sequel  TDTM√ (SELESAI)
  • Menikahinya Dalam Diam (On Going)
  • [BL]The Last Place (on Going)
  • Cintaku Berawal Dari Sepatu Terbang  ( Bara )

Mohon maaf sebesar-besarnya jika ada kesamaan cerita, karakter, atau alur dengan karya penulis lain. Cerita ini murni hasil imajinasi pribadi dan tidak ada unsur kesengajaan untuk meniru atau menjiplak. ⚠️Utamakan follow sebelum membaca! HAPPY READING Pernikahan ini seharusnya menjadi awal yang indah. Zakia menerima Rayyan tanpa ragu, tanpa tahu bahwa di hatinya masih ada nama lain yang lebih dulu mengisi. Rayyan tidak pernah menunjukkan bahwa ia menyimpan luka, tapi ada sesuatu dalam sikapnya yang tak bisa Zakia pahami. Ia baik, tapi tak sepenuhnya ada. Ia perhatian, tapi terasa hampa. Zakia menunggu, berharap waktu akan membuatnya memahami. Hingga suatu hari, kebenaran itu datang secara tiba-tiba, tepat dimalam pernikahannya. Ia bukan satu-satunya di hati suaminya. Lalu, apakah kesabaran bisa meluluhkan hati yang tak pernah benar-benar terbuka untuknya? Ataukah ia hanya bertahan dalam pernikahan yang tak akan pernah memberinya tempat?

More details
WpActionLinkContent Guidelines