Verlieren

Verlieren

  • WpView
    Reads 2,114
  • WpVote
    Votes 85
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Nov 20, 2023
WpInfo
Fanfic
Enhypen
Sejak kapan kehilangan menjadi hal yang sangat menyakitkan, Azka tidak menyangka di hari ulang tahunnya, kejutan buruk ia dapatkan. Ia kehilangan Ayah, Bunda, dan gadis yang menjadi sahabatnya sejak kecil. Bila saja Azka mampu memutar waktu, hari itu sangat ingin dia lupakan. Aresha yang berjanji akan selalu ada, justru pergi meninggalkannya. Dia ingin semua kembali seperti awal, keluarga lengkap dan Aresha. Bagaimana cara agar Azka mampu menemukan kebahagiaan lagi dan membuat Aresha kembali berada disisinya.
All Rights Reserved
#185
yunjin
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • WHY DOES MY BROTHER HATE ME?  [REV] √
  • A Perfect Place
  • GASLIGHTING
  • Unperfect [END]
  • KALA BIRU DEWATA
  • GORESAN LUKA
  • HOPE
  • Last Kiss For You || Jeon Jungkook
  • Second chance | Jenric AU
  • Good Bye ( Complete )

⚠️DALAM TAHAP REVISI ⚠️ [SUDAH TAMAT] FOLLOW TO READ READER!!! Sejak kepergian kedua orang tuanya dalam sebuah kecelakaan tragis, kehidupan seorang gadis muda berubah menjadi mimpi buruk. Ia tinggal bersama ketujuh kakaknya-orang-orang yang seharusnya menjadi pelindung dan penghibur, namun justru menjadikannya kambing hitam atas kehilangan mereka. Tanpa bukti dan tanpa alasan yang masuk akal, ketujuh kakaknya menuduhnya sebagai penyebab kematian orang tua mereka. Hati yang dulu penuh kasih berubah menjadi bara amarah yang terus membakar, menciptakan jurang dalam keluarga mereka. Gadis itu hidup dalam bayang-bayang rasa bersalah yang tak pernah ia pahami, terpenjara oleh luka yang ditinggalkan oleh keluarga sendiri. "Apa salah ku?" ucapnya dengan suara lirih, tak mengerti mengapa ia harus menanggung semua ini. "Oppa, maafkan aku... hiks." "Arghhh! Jangan siksa aku lagi!" teriaknya dalam ketakutan, tubuhnya gemetar setiap kali langkah kaki para kakaknya mendekat. "Oppa... tolong aku... bantu aku... hiks..." "Eomma... Appa... aku rindu... bawa aku pergi... hiks..." Hanya rasa rindu yang menjadi temannya setiap malam. Rindu akan pelukan hangat sang ibu, dan suara tenang sang ayah. Di tengah gelapnya kebencian yang terus membayangi, apakah masih ada secercah harapan untuk gadis kecil itu menemukan cahaya dan kasih yang hilang?

More details
WpActionLinkContent Guidelines