Kau yang ku semogakan

Kau yang ku semogakan

  • WpView
    GELESEN 417
  • WpVote
    Stimmen 20
  • WpPart
    Teile 8
WpMetadataReadLaufend
WpMetadataNoticeZuletzt aktualisiert Di., Juli 21, 2020
Bertemu dengan seseorang yang selalu ia lantunkan namanya di sepertiga malam selama 5 tahun ini adalah hal yang tak tertuga. Suatu kejadian yang mengingatkan Syifa pada masa lalunya. Masa lalu yang membuat hidupnya berubah. Mau tidak mau ia harus menerima dan menjalani fase demi fase kehidupan yang rumit. Syifa Az-zahra Khoerunnisa Bukan tanpa alasan ia menaklukan gunung demi gunung. Mendaki gunung membuatnya menjadi pribadi yang lebih baik. Menjadi pribadi yang rendah hati. Dari sekian banyak cerita kasih dan cinta dalam menaklukan sebuah gunung. Hanya satu gunung yang membuat hidupnya penuh dengan pertanyaan. Ketika ia memilih menaklukan puncak demi senyuman seseorang. Tapi nyatanya semua tidak sesuai dengan harapannya. Muhammad Azka Abdulloh
Alle Rechte vorbehalten
#227
puncak
WpChevronRight
Werde Teil der größten Geschichtenerzähler-CommunityErhalte personalisierte Geschichtenempfehlungen, speichere deine Favoriten in deiner Bibliothek und kommentiere und stimme ab, um deine Community zu vergrößern.
Illustration

Vielleicht gefällt dir auch

  • Menjemput Tulang Rusuk
  • Cinta Dalam Iman
  • Pria As-Syams(END)✅
  • AL-MAHBUBAH
  • Lantunan Kalam Hati ✔
  • Senja Assyifa [COMPLETED]
  • My Crush Boy Next Door (END) -TAHAP REVISI
  • Lukisan Amerta Anyura
  • Takdirku Untukmu (END)

Althaf sedang sangat bingung mencari tulang rusuknya, alias penyempurna iman, kalau kata lumrahnya, jodoh. Apalagi teman-teman sebaya sudah mulai naik pelaminan. Mama dan keluarga juga sudah mendesak dengan pertanyaan, "Kapan nikah?" Dikira nyari jodoh semudah nyari tukang nasi goreng yang suka keliling komplek apa? Lalu apa jodohnya adalah rekan kerjanya yang cantik, baik dan punya senyum ramah yang menawan atau sang mantan yang kembali pulang? Atau jangan-jangan jodoh Althaf yang sebenarnya adalah dia si teman sekelas saat SMA yang terkenal dingin dan kaku itu. "Ayolah bahkan selama ini kami hanya berbalas pesan dua kali setahun, saat lebaran idul fitri dan lebaran idul adha, itu pun di grup WA kelas, kami berjodoh itu hampir dibilang ga mungkin."- Althaf

Mehr Details
WpActionLinkInhaltsrichtlinien