Credence/kepercayaan (Baekmin)

Credence/kepercayaan (Baekmin)

  • WpView
    Reads 2,878
  • WpVote
    Votes 322
  • WpPart
    Parts 10
WpMetadataReadComplete Sat, Apr 14, 2018
(Bahasa) "You are mine, Ho!" Minhyun berteriak histeris dihadapanku, wajahnya kacau dihiasi air mata. "You.. are... mine Dongho-ah. Why?" "Hyun..." "No! Jangan mendekat!" Dia bersiap melempar vas bunga di tangannya. "I trust you, Ho.... Why? Why? Why?" Minhyun sesenggukan frustasi dihadapanku. Apa yang bisa kulakukan menghadapi orang yang ku cintai jadi sebegitu lukanya karena kesalahanku? Minhyun... katakan padaku... aku harus bagaimana melihatmu seperti ini? Pembaca diharap bijak dalam membaca. All pictures are not mine, all credit back to the owner. Cerita ini hanya fiksi belaka, jika ada kesamaan kejadian, tokoh, tempat, dan perkara sekali lagi cerita ini hanya fiksi belaka. @dreamemoticon
All Rights Reserved
#20
jr
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • I Love You, But ... βœ“
  • HEIR [MINWON VERS] || TAMAT βœ…
  • DI BALIK LAYAR The King: Eternal Monarch
  • 𝐁𝐞𝐧𝐞𝐚𝐭𝐑 𝐭𝐑𝐞 𝐒𝐩𝐨𝐭π₯𝐒𝐠𝐑𝐭 | Junhao Au
  • Mirror Mirror In love
  • - HyunJeong [e n d]
  • SHORT STORY || EXO
  • NOW YOU'RE MINE AND MY SMILE
  • [Terjemah] SAVE ME, KEEP ME | MarkChan GS βœ”οΈ
  • π”»π•–π•§π•šπ• 𝔸𝕓𝕀𝕠𝕣𝕓𝕀 ℍ𝕖𝕒𝕣π•₯ || π˜πžπ›πšπ’π₯π’βœ”οΈ

Orang-orang berpikir Lee Seokmin adalah cowok yang Yuna suka dan Kwon Soonyoung adalah kebalikannya. Karena Yuna selalu tersenyum dan akrab dengan Seokmin, sedangkan pada Soonyoung seperti musuh. Namun, Soonyoung tak pernah menyerah dengan perasaannya. Hingga akhirnya dia mendapatkan hadiah besar setelah malam itu terjadi. Dia tidak sabar mendengar Yuna menerima perasaannya kemudian berpacaran dengannya. Seharusnya itu terjadi. Seharusnya. **** "Kau mau pergi? Kenapa?" Kebisuannya bisa membunuhku. "Yuna, kau bahkan tidak memberiku kesempatan pacaran denganmu! Kau bilang jawabannya hari ini." Dia sepertinya tidak peduli seberapa dalam kehancuran yang akan kuterima akibat putus asa mengejarnya. "Kenapa kau tega sekali padaku? Jawab aku!" Dinding batu yang mengungkung tubuh Yuna akhirnya binasa. Dia menjatuhkan tasnya dan melangkah ke arahku. Matanya tiba-tiba memerah. Aku bertanya-tanya apakah dia hendak menangis atau itu memerah karena hal lain seperti kelilipan atau apa. Tiba-tiba kedua tangannya mendorong dadaku. Kencang sekali. "Kau mau pacaran denganku? Baiklah," ujarnya, suaranya gemetar. Dia mendorongku lagi, lebih kencang hingga tubuhku keluar dari bawah atap halte ke bawah guyuran hujan. "Ayo pacaran." Yuna mengeluarkan ponsel. Sementara jemarinya menari di atas layar, aku mengawasi dengan gigi bergemeletukan, tubuhku menggigil kedinginan, tanganku terkepal kencang. Kemudian gadis itu memamerkan layar ponsel padaku yang menampilkan penghitung mundur. "Tiga menit dari sekarang."

More details
WpActionLinkContent Guidelines