CARIKAN AYAH GURU MENGAJI!

CARIKAN AYAH GURU MENGAJI!

  • WpView
    Reads 30
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Dec 31, 2017
WpInfo
Non-Fiction
Di usia yang sudah 57 tahun pak Ahmadi merasa malu karena masih belum bisa membaca Al-Quran padahal ketiga anak laki-lakinya semua hafal Al-Qur'an. Belajar mengaji? Beliau malu. Malu kepada orang lain, malu kepada anaknya, malu kepada istrinya. Namun akhirnya pak Ahmadi mengalahkan malunya itu karena malu kepada Allah Sang pencipta. "Carikan ayah guru mengaji."
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Kalam Ulama Rabbani; Mengungkap Sisi Dakwah & Kepribadiannya ✓
  • DAKWAH CINTA (END)
  • Selingkuh Dengan Majikan
  • A [Completed]
  • di akhir perang
  • Home (Completed) (Repost)
  • "PERJUANGAN CINTA BEDA AGAMA"
  • Salahkah aku mencintai mu
  • Surat tak berbalas
  • Pacar Halusinasi Ochi [SELESAI]

Meneladani Kalam ulama dan Hikmah di Balik Sosok Seorang Ulama Rabbani. "Sungguh orang yg beriman dan beramal shalih , mereka itulah sebaik baik makhluk" (Qs. Al Bayyinah 7) Mereka itu adalah para nabi dan rasul, para syuhada, para ulama rabbani, para shidiiqqin yaitu orang yg jujur dan benar dalam beragama dan orang orang yg takut pada Allah dan karena rasa takutnya mereka beramal shalih. PRIBADI ULAMA RABBANI itu tidak bisa dibeli, tidak bisa diintervensi, tidak mempan ditekan, tidak luluh dibujuk, dia berada di atas kebenaran, berbicara berlandaskan ilmu bukan pesanan, sopan tapi tegas, lembut tapi lantang, pasti tapi bijak. Menyunggingkan senyum sesama muslim, tawadhuknya lahir bathin, merasa diri sebagai hamba paling berdosa, pemaaf jika pribadinya diganggu tapi 'meledak' jika kehormatan agamanya disenggol, uzlah di keramaian, tidak eksklusif dalam masyarakat, himmahnya selalu mulia, tidak berharap pujian, selalu mujahadah dan riyadhah melawan nafsu lawwamah. Apalagi di zaman sekarang, mencari sosok teladan akhirat sangat sulit. Setinggi apapun ilmu bisa kita cari, bisa kita baca dalam tulisan-tulisan bacaan. Di internet langsung dapat, tapi bisakah dia memberikan tauladan? Maka, itulah yang membedakan kita belajar pada murabbi, guru yang jujur, baik dan bersanad,, akhlaknya tersinar dari hati mereka yang ikhlas. "Carilah MURSYID yang Haqiqi Carilah ULAMA yang Rabbani Carilah Imam yang Membimbing Seluruh Ibadah Kita kepada Allah" 🌼🌼🌼 Tujuan penulisan ini, tak lain adalah agar bisa menumbuhkan sifat yang baik dalam diri kita dengan cara meneladani akhlak para ulama Rabbani ini. 🌼🌼🌼

More details
WpActionLinkContent Guidelines