Love Is Unpredictable

Love Is Unpredictable

  • WpView
    Reads 108
  • WpVote
    Votes 18
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Jan 26, 2018
WpInfo
Fiction
Romance
"Lo tersenyum saat memetik bunga cantik itu. Padahal lo ngga pernah tau perasaan tangkai saat bunganya pergi meninggalkannya." Erza menjeda kalimatnya sebentar lantas tersenyum. "Besok lagi jangan dipetik ya? Kalau lo memang suka bunga itu, jangan diambil dong. Biarin dia hidup bersama alam. Suka ngga harus memiliki 'kan?" Aku menangis mengingat perkataan itu. Ya Erza. Sekarang aku tahu ... Aku tahu rasanya ditinggalkan oleh bungaku, itu menyakitkan. Memang semua sudah berakhir. Tidak ada gunanya menyirami bunga yang telah mati. Maka, biarkan aku pergi. Selamat tinggal. ~Eirin Reinza Fortuna.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Aerilyn
  • HaluNatasha
  • Fall in Love Again? ✔ (TAMAT)
  • I Missing You (COMPLETED)
  • GERA (SUDAH TERBIT)
  • I'm Yours Last [END]
  • EPIPHANY
  • Hadiah Cinta Sepuluh Hari [TELAH TERBIT]
Aerilyn

Aerilyn bellvania meise. Aku selalu tersenyum ketika memandangmu, tetapi di dalam hatiku berkata. Inilah seseorang yang dulu selalu keperjuangkan dengan segenap jiwaku, dan kini sang waktu telah jauh meninggalkan kita. Kini kau bukan lagi milikku, kini kau telah berada di tempat yang jauh lebih baik. Sebuah tempat yang telah menjadi takdirmu dengan semua berkah dan kenikmatan dari-Nya, itulah yang pantas untukku. Kini waktu telah menjawab sebuah pertanyaan klasik, aku bukan yang terbaik untuk dirimu. Maka lanjutkanlah langkahmu, tetap tersenyumlah seperti itu. Aku akan tetap bahagia di sini apabila aku bisa memandang kau bahagia di sana. Mataku nanar melihat batu nisan bertuliskan orang yang kucintai, deraiku tak bisa ku tahan sehingga kubiarkan jatuh di tanah bersama tetesan lain dari langit Kata-kata dulu yang pernah ku ucapkan kepadamu kini hanyalah tinggal ilusi. "Lo tenang aja, gue gabakal ninggalin tanggung jawab. gue bakal ada disisi lo sebisa yang gue mampu. Lo gausah khawatir, gue akan selalu sayang sama lo hari ini, besok dan seterusnya." Aku merindukanmu, air mata ini tak dapat ku tahan lagi. Aku benar-benar merindukanmu. Buat readers jangan lupa vote dan kritiknya😊 CERITA AKAN DIREVISI SETELAH TAMAT! Update hari Minggu! {{{{{ON GOING}}}}}

More details
WpActionLinkContent Guidelines