
Sedih ini bukan tentang kepergian Azka, melainkan tentang bagaimana aku bisa berjalan sendiri, menyelesaikan segalanya sendiri. Segala hal yang Azka titipkan padaku. Impian nya, impian kita yang seharusnya kita raih bersama, bukan hanya aku. Lalu, bagaimana aku bisa? Azka Bagaskara, sosok pria dewasa yang selama ini telah menjadi separuh sayapku untuk menjelajahi hidup. Ia mampu dengan sederhana nya menenangkan hidupku yang telah lama kacau, menjagaku dengan segenap jiwanya, menjadi ada setiap aku membutuhkannya. ************ hai guys! ini first story aku. semoga kalian suka yaaa :)All Rights Reserved
1 part