Hidup di Dalam Bayangan

Hidup di Dalam Bayangan

  • WpView
    LETTURE 90
  • WpVote
    Voti 8
  • WpPart
    Parti 1
WpMetadataReadCompleta dom, dic 31, 2017
Prolog Dibawah Pohon Mangga sangat besar dan ditambah ayunan gantung yang menghiasinya membuat gadis kecil saat itu sangat nyaman diposisi memeluk kedua lututnya, ditambah dengan hembusan udara yang sejuk membuatnya hanyut dalam fikiran yang tidak tau apa saat ini yang dia fikirkan. Gadis mungil yang penuh tatapan kosong itu adalah aku. Tidak tau sudah berapa lama aku duduk diposisi saat itu, yang jelas saat aku tersadarkan diri kedua kakiku telah keram. Tidak terasa ada butiran air yang menghangatkan disekitar kelopak hingga ke pipi ku, menyesalkan semua yang pernah terjadi antara aku dan kamu. Proses yang telah membuat kita dekat. Dulu hanya sekedar kamu aku, tetapi nyatanya telah berubah menjadi kita. Dulu hanya sekedar sapa, tetapi nyatanya telah berani saling merindu. Dulu hanya sekedar percakapan biasa, tapi nyatanya sangat luar biasa sehingga tak jarang membuat kita sering bertengkar. Suasana berubah menjadi gelap. Mentari telah menyelesaikan tugasnya saat ini, dan kembali bersembunyi dibalik bumi. Seperti biasa, aku menepati janji ku untuk selalu hadir disini. Meski tampak bodoh, menunggu mu sungguh sangat membuatku lelah. Dan berfikir untuk apa aku menunggu. Nyatanya aku tidak tau dimana tempat dirimu kini singgah.
Tutti i diritti riservati
#12
ayomenulis
WpChevronRight
Entra a far parte della più grande comunità di narrativa al mondoFatti consigliare le migliori storie da leggere, salva le tue preferite nella tua Biblioteca, commenta e vota per essere ancora più parte della comunità.
Illustration

Potrebbe anche piacerti

  • Forever Silver ✔️
  • Bukan Istri Bayaran(End)
  • Maina & Maxim
  • After You, The Rain Felt Different
  • [LS1] RAINEESME (Completed)
  • Truth After Love, Kiara and Zaki (Tamat)
  • Kamu [SELESAI]✔
  • CACA (TAMAT)
  • Istri Cadangan
  • Dia Suamiku (ENDING)

[ semesta pertama ] Hidup telah menakdirkanku berada di posisi kedua sejak aku dilahirkan di dunia ini. Aku berpikir bahwa sekeras apapun aku berjuang, tempatku adalah di posisi kedua. Setinggi apapun langit, masih ada langit di atasnya yang jauh lebih tinggi, dan masih ada lagi langit, dan seterusnya. Aku bersumpah aku sudah menerima kenyataan itu. Menjadi pilihan kedua, menjadi cadangan, menjadi bukan prioritas. Menjadi bayangan. Tetapi suatu ketika, hidup menempatkanku dalam sebuah kompetisi yang menjadi posisi kedua bukanlah hal yang bisa begitu saja kuterima. Aku akan memiliki emas itu. [BACA PROLOG LEBIH DULU]

Più dettagli
WpActionLinkLinee guida sui contenuti