Our Moment

Our Moment

  • WpView
    Reads 19
  • WpVote
    Votes 3
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, May 8, 2019
Apakah hidup sesulit ini ? Akankah aku bisa menjalaninya ? Berapa cobaan lagi yang harus aku hadapi,TUHAN ? Haruskah aku menyerah dengan semua ini ? Haruskah aku harus mengalah dengan'nya' ? Kehidupan seorang gadis yang sangat ceria dan penuh warna berubah drastis setelah mengetahui apa yang diberikan Tuhan padanya. Akankah ia mampu menghadapinya ? Akankah ia bisa melewatinya ? Akankah ia setegar dan seceria sebelumnya ? Disaat-saat hidupnya mengalami perubahan tersebut datang seorang yang mampu membangkitkan semangatnya kembali dan membuat dunianya menjadi seceria sebelumnya. Dia mampu mengisi relung hati gadis tersebut dengan baik. Dia mampu memotivasi gadis tersebut untuk tidak pernah menyerah dan mengalah dengan keadaannya saat ini. Akankah gadis tersebut mampu menerima apa yang diberikan-Nya kepadanya ? Kalo penasaran yuk baca cerita kedua ku. Setelah cerita ku yang pertama tamat saya mempublish cerita kedua ku. Menarik ? Engga juga si Bagus ? Juga engga Ah baca sendiri aja deh Cekidot...
All Rights Reserved
#47
arza
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Trust
  • Cool Girl Vs Bad Boy
  • Matahari
  • LANGIT JINGGA (TAMAT)
  • Tomboyish Girl [Proses Penerbitan]
  • Why am i?
  • I'm broken [BHS#1]✓
  • AL: Stand Alone [END]
  • REVANO UNTUK REVA
Trust

Hidupnya indah, pada masanya. Satu masalah datang membuatnya bertransformasi menjadi dia yang lain, yang tak dikenal dan tak mau dikenal. Hidupnya berubah hitam, monoton, tak bergairah. Namun, ketika muncul setitik harapan cerah yang datang untuk membantunya kembali bangkit, hal lain muncul. Ragu itu muncul ketika harus dihadapkan pada kata percaya. Percaya untuk percaya dengan ketulusannya, atau tidak percaya karena banyak asumsi buruk yang berputar di kepalanya. Bagaimana jika ketulusan itu hanyalah kepalsuan? Ketika ia percaya, hanyalah penyesalan yang tercipta. Namun, bagaimana jika sebaliknya, ketulusan itu benar-benar sebuah ketulusan? Namun, pada kenyataannya ia masih berada di antara keduanya. Berpikir antara ya dan tidak, antara percaya dan tidak percaya. Terpaku pada garis yang sama, dengan satu ragu untuk memilih jalan yang mana. Ia tak mau salah untuk memilih. Lagi. Karena terakhir kali ia percaya, yang dipercayai mengkhianatinya.

More details
WpActionLinkContent Guidelines