Believe You

Believe You

  • WpView
    Reads 17
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Mar 22, 2018
Mungkin menurut kalian kita hidup pada saat kita lahir di dunia ini ..... Tapi bagi ku aku hidup pada saat aku mengenal diri mu . dan kini hidup ku sudah berakhir. Karena dirimu juga . ................................... Dan pada saat kamu pergi aku mulai berfikir bahwa kamu telah tiada, namun perasaan ku berkata bahwa kamu pergi hanya untuk sementara , tapi apa? ?? Kepahitan yang aku dapatkan !. Dan mungkin aku berfikir kalau kamu datang hanya untuk memberikan jawaban aku selama ini ... Kalau kamu salah satu di antara orang yang allah pertemukan padaku . dan setelah pertemuan kita yang singkat akhir nya aku berfikir kalau kamu datang di antara mereka karena ingin menjawab : kalau kamu bukan laki laki yang terbaik untuk ku dan hidup ku . Part2 Setelah kepahitan yang aku dapat ketika aku merasakan jatuh cinta . sekaramg aku merasakan nya
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Truth After Love, Kiara and Zaki (Tamat)
  • Love Is Gone [END] (Proses Revisi Bertahap)
  • Datang Untuk Pergi
  • Perjalanan Cintaku...
  • Trial & Error
  • pernah yang tak kan terulang kembali(love story from the author)
  • The Love Story" Kurus & Mancung"
  •  The Secret Of Love(lingorm)
  • Dinamika Ditengah Arus Waktu

sebelum baca, FOLLOW dulu gasii??? "Sayangkuu, cintakuu. Gimana dengan hari ini, hm? Are you happy?" "Seru dong, senang karena ada kamu, Ka. Hehe." Dulu, setiap percakapan kecil seperti itu mampu menyulap hariku jadi lebih indah. Tapi semua itu kini tinggal kenangan. Hubungan yang manis dan penuh tawa itu akhirnya harus berakhir, bukan karena cinta kami memudar, tapi karena kenyataan terlalu pahit untuk ditelan bersama. Aku masih mencintaimu. Masih ingin mendekat, masih berharap bisa kembali. Tapi jarak ini bukan lagi tentang raga-melainkan tentang takdir yang tak mengizinkan kita bersatu. Cinta kita besar, tapi tidak cukup untuk melawan kenyataan yang tak berpihak. Banyak halangan yang kucoba lalui demi kamu, demi kita... tapi ternyata semesta punya rencana lain. Kini, aku hanya bisa menatapmu dari kejauhan. Ingin kembali, tapi tak bisa. Ingin melepaskan, tapi hatiku belum rela. Satu kejadian itu-satu hari yang mengubah segalanya-telah memutus tali yang tak terlihat namun sangat kuat mengikat kita. Jika bukan karena kejadian itu, mungkin aku masih tersesat dalam hubungan yang samar: ada, tapi tak punya peran. Dulu aku memegang peran utama di hidupmu. Sekarang? Bahkan untuk menjadi figuran pun aku tak lagi layak. Kita pernah sangat dekat, tapi kini aku tahu... melepaskan sesuatu yang sudah terasa seperti rumah tidak akan membuat segalanya membaik. Bahagia tidak selalu datang setelah menjauh. Dan seringkali, hubungan yang tampak sempurna dari luar menyimpan luka yang tak pernah terucap. Aku tak menyangka semuanya akan berakhir seperti ini. Tapi yang sudah terjadi, biarlah terjadi. Meski begitu, kenangan itu-kenangan tentang hari itu-masih terpatri jelas di pikiranku. Hari saat aku sadar... cinta saja tidak cukup.

More details
WpActionLinkContent Guidelines