Firstly, Move on!

Firstly, Move on!

  • WpView
    Reads 314
  • WpVote
    Votes 22
  • WpPart
    Parts 7
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Jun 30, 2020
Seorang laki-laki tidak akan melupakan cinta pertamanya? Gue, Yasa, berbeda dengan laki-laki spele itu. Pertama, Move On! ----------- Lintara Trenggana Dia, bukan tipe Yasa. Yasa benci gaya rambut pendek sebahunya, benci netra almond yang selalu menatapnya polos. Benci Tara yang setinggi dirinya. Yasa juga tidak suka suara Tara, bagaimana gadis itu tersenyum, terutama cara dia tertawa. Dan, Yasa tidak pernah sekalipun melihat Tara sebagai gadis karena mereka telah bersahabat sejak kecil. Cinta yang dia sadari saat usia lima belasan tahun. Harusnya berakhir disini. Dan semuanya akan terasa mudah bagi Yasa. Jika, Tara tak berada didekatnya, menangis padanya, mengadu padanya, bercerita bahkan tidur diranjang empuknya. Itu semua membuat jantung Yasa tidak baik-baik saja. Tara, itu ... Berbahaya! ------ ©copyright by;widian Juni, 2020
All Rights Reserved
#290
loveschool
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Calvarie | Revisian [Segera Terbit]
  • FRIENDzone (Completed)
  • COMPLICATED LOVE ✔ Wattys2019
  • The Chance
  • LEEANKA | COMPLETED
  • For You:Please Come Back (TAMAT)
  • Langit Artharendra
  • Perfect Enemy [Completed]
  • Not A Simple Love (TELAH TERBIT)
  • I (Space) You

Kala itu, Marie yang sedang piket di ruang kelasnya merasa sangat kesal akan tingkah laku seorang pemuda yang merupakan teman seangkatannya, dan pemuda tersebut bernama Calvin. Kesan pertama itu membuat Marie sangat tidak menyukainya, karena tingkah lakunya yang sangat menyebalkan. Namun, seiring berjalannya waktu, Marie yang sudah tak ingin mengingat hal tersebut pun kini berubah menjadi teman baik yang cukup dekat dengan Calvin. Marie yang awalnya hanya ingin membalas perbuatan Calvin kala itu, kini justru membuatnya secara tak sadar dengan perasaannya sendiri terhadap Calvin. Kedekatan Marie dengan teman-teman terdekatnya, kini terlihat semakin erat dan sangat kompak di setiap harinya. Namun, satu masalah besar datang menimpa mereka, hingga kini mereka harus berpisah dan berjalan di dalam garis takdirnya masing-masing. Lalu, bagaimana dengan kelanjutan perjalanan dari pertemanan mereka? Akankah pertemanan tersebut harus terputus karena satu masalah besar yang menimpa mereka? Ataukah justru mereka masih tetap berkomunikasi dengan baik meskipun situasinya sudah sangat berbeda? Baca cerita selengkapnya di sini.

More details
WpActionLinkContent Guidelines