-Thalia, gadis kaku yang tidak pernah merasakan cinta, gadis yang penyendiri, gadis yang selalu menundukkan kepalanya di tengah keramaian, gadis yang merasa takut dengan segala hal.
Dengan keterdiaman yang thalia miliki, ia sering dilupakan, dibedakan, atau bahkan disingkirkan?
Hingga dengan semua perasaan yang bergejolak menjadi satu, lebur, bahkan seperti angin yang bercampur dengan debu, dia menjadi sosok yang sangat cuek, jutek atau tak punya hati? Dingin.
Semua keadaan memaksanya untuk bersikap seolah tidak memperdulikan sekitar, atau bahkan ia memang sudah terbiasa melakukannya?
Dengan semua itu, ia menjadi mandiri, tegas, dan tidak ada hal yang thalia takutkan sekarang. Dulu thalia memang seperti seekor kucing yang lemah gemulai dan takut dengan berbagai hal. Tapi tidak dengan sekarang.