Rumah Tanpa Nama
Bagaimana rasanya dijodohkan dengan laki-laki yang menjadi alasan terbesarmu membenci masa lalu?
Di usia 28 tahun, Winda seharusnya sudah berdamai dengan memori seragam putih-abu. Namun, luka lama-trauma dipermalukan dan diabaikan oleh cinta pertamanya-masih membekas. Ironi itu mencapai puncaknya ketika Ibu justru menjodohkannya dengan Kevin Arviano: laki-laki yang menjadi sumber mimpi buruknya.
Winda menolak. Ia tak bisa menyerahkan masa depannya pada penyebab traumanya, apalagi hatinya sudah memiliki "rumah" lain.
Rumah itu adalah Firhan dan Kava.
Lima tahun Winda mengabdi sebagai ibu pengganti, merawat dan membesarkan anak Firhan. Bagi Winda, mereka adalah keluarga kecil yang sempurna. Namun, rumah itu tak pernah memberinya nama. Tak ada status istri, tak ada kepastian. Hanya pengabdian tulus yang perlahan berubah menjadi cinta bisu.
Ketika Winda akhirnya memberanikan diri berharap pada Firhan, masa lalu datang dalam wujud Selena, mantan istri yang menuntut tempatnya kembali.
Terjepit di antara desakan Ibu, trauma masa lalu, dan ancaman Selena, Winda dihadapkan pada satu pertanyaan menyakitkan:
Apakah ia harus bertahan di rumah yang tak memberinya nama, atau pergi ke pelukan masa lalu yang menawarkan status namun penuh duri?