Di Ujung Senja

Di Ujung Senja

  • WpView
    Reads 158
  • WpVote
    Votes 14
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Oct 28, 2018
Dengan langkah yang ringan Ella menghampiri bibir pantai yang sunyi. Berulang kali ia menarik nafas dengan pelan dan suara ombak pun kian menghanyutkan keadaan. Dengan sebuah senyuman kecil di ujung bibirnya ia berkata "kalau kau jodohku tentu kau akan jadi milikku"
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Perjodohan Tak Terduga
  • Hug me pleas
  • 31 Months for You (Revisi)
  • My Love Ketos❤
  • Enchained | End
  • DIA ALFIAN
  • Bayangan di Baris Penonton
  • Dilema [COMPLETED]
  • Untuk farel dari ALEA
  • Jodoh Terakhir Pilihan ALLAH

Alena, seorang mahasiswi, terkejut ketika orang tuanya mengumumkan bahwa dia akan dijodohkan dengan Revan, dosennya yang terkenal tegas dan killer. Alena masih teringat Revan yang sering memarahinya di kelas dan tidak mau memiliki suami seperti itu. Namun, ketika Revan menunjukkan sisi lembutnya pada Alena, dia mulai merasa bahwa Revan tidak seburuk yang dia pikirkan. Revan juga merasa bersalah atas perlakuan kerasnya pada Alena dan ingin memperbaiki kesalahan tersebut. Seiring waktu, Alena perlahan-lahan mulai bisa menerima Revan, tapi kemudian dia melihat Revan bersama perempuan lain. Hal ini membuat Alena berpikir dua kali untuk menerima perjodohannya dengan Revan. Saat Alena sedang menjauhkan dirinya dari Revan, sang papah sakit meminta Alena untuk segera menikah bersama Revan. Apakah Alena akan menerima perjodohannya dengan Revan dan melupakan keraguan yang dia miliki? Di sisi lain, Revan juga merasa bahwa Alena sangat cocok untuknya dan ingin memastikan bahwa dia pantas menjadi jodohnya. Apakah Revan akan berhasil membuat Alena menerima perjodohannya dan memulai kehidupan baru bersama?

More details
WpActionLinkContent Guidelines