Hahaoya

Hahaoya

  • WpView
    Reads 163
  • WpVote
    Votes 30
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Jan 28, 2018
Hanya diriku dan Tuhan yang tau betapa banyak mimpi yang ku raih. Kehidupan yang kejam membuatku punya mimpi besar besar. Selagi aku bisa, kenapa tidak? jangan pernah menyia-nyiakan hidupmu dengan menghentikan mimpimu, Yakinlah dan Raihlah, rasanya akan seperti terjepit pintu namun dilepaskan karena hidup ini hanya sekali. Jadi, tidak ada alasan yang pantas untuk menghentikan mimpi mimpi besarku itu. Lihatlah anak buanganmu ini wahai orang tuaku, bahkan ketka aku menjadi orang besar pun tiada manusia yang datang padaku dan mengakui aku adalah anaknya. tahukah kalian ? aku ini kesepian. Hingga aku sudah menua pun tiada seorang pun yang mengakui aku ini anaknya. Ayah........ ibu......... siapakah aku? dari mana asalku itu.......
All Rights Reserved
#22
keinginan
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • SURVIVING SURIA (COMPLETED)
  • Rumah untuk Hatiku [SELESAI]
  • Sampai Saat Ini, Aku Masih Mengagumi Dirimu
  • [ON GOING!] Berbisik Ke Bumi
  • Silent, Please! (Re-up)
  • MENCINTAIMU
  • Famille
  • Love Hurts
  • Unexpected Love {Nomark} End✓

"Kumau kamu lepas jilbab itu selama terikat kontrak kerja denganku! Bagaimana?" ujarnya saat aku baru memasuki rumahnya. Sebenarnya hati ini mau menolak, tapi bayangan wajah kakak di balik jeruji, membuatku mengangguk pelan. "Satu lagi, kamu tidak boleh keluar dari kamar. Selain atas perintahku. Oh ya, jangan sembarangan membuka mulut!" tambahnya lagi. Aku melirik wajah dingin itu. Menakutkan. Kalau mau membatalkannya pun, sudah terlambat. Ku hanya bisa pasrah. What doesn't kill you, makes you stronger. Lalu dia memanggil salah satu pembantu, memintanya untuk mengantarkanku ke kamar. Pembantu itu membawaku ke sebuah kamar di ujung ruangan, mempersilahkan masuk lalu menutup pintu dan menguncinya dari luar. Aku duduk di tepi ranjang, membayangkan masa lalu dan masa depan. Hidup adalah serangkaian misteri Illahi. Sebaris kalimat ini, sudah cukup untuk mewakili sekelumit kehidupanku.

More details
WpActionLinkContent Guidelines