Dear Rachel

Dear Rachel

  • WpView
    Reads 344
  • WpVote
    Votes 30
  • WpPart
    Parts 10
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Oct 10, 2018
"Kakak aku rindu ibu dan ayah" Kata kata itu seolah petir yang menyambar hati Raul. Namun harus bagaimana lagi, mereka berdua telah kehilangan orang yang sangat mereka cintai bertahun-tahun yang lalu saat Raul berusia tiga belas tahun tengah duduk dibangku sekolah menengah. Dan adik tersayang nya baru menginjak usia delapan tahun. Raul selalu teringat kata-kata Rachel yang membuatnya selalu murung dan bisa merasakan pahitnya kehidupan adik tersayang nya. "Kak? Apa didunia ini tidak ada orang yang baik selain kakak? Coba pertemukanku jika ada orang baik selain kakak, aku ingin bertemu" Raul terenyuh, tanpa sadar wajahnya memanas, dan daun telinga Raul perlahan lahan memerah. Matanya mulai berkaca kaca. Ada genangan airmata yang tertahan dikedua sudut mata. Tak lama berselang isakan pelan lolos dari bibir lelaki itu yang terus saja bergerak tak kuasa menahan sakitnya penderitaan yang dialami mereka berdua.
All Rights Reserved
#5
mendes
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Secangkir Teh
  • Perihku Ditinggalkan
  • Miracle (COMPLETED)
  • A Twist Of Fate
  • [1] LUKA SEMESTA [END]
  • R E T A K  (TAMAT-SUDAH TERBIT)
  • please stop it!! [Ending]
  • STORY KEISHA (TAMAT)
  • Paradise

Bismillah semoga cerita ku bisa menghibur kalian ya teman-teman. Dan sebelum baca follow dulu ya biar nggak ketinggalan update terbaru dari aku Pertemuan ku ditaman itu membuat teringat akan apa yang pernah ia perbuat pada ku dan ibu ku menjadi kan goresan luka dihati ku akan kata kata yang mereka ucapkan tapi tetap ada rasa terima kasih ku atas apa yang mereka berikan pada ku saat itu. "Pergi kalian dari rumah ku tidak usah kalian injak kan kaki kalian lagi disini kalian sudah tak dianggap lagi"ujar nya pada ku dan ibuku membuat air mata lolos dari pelupuk mata nya membuat hati ku sakit tapi kenapa rasa nya lidah ini kelu untuk menjawab apa yang dikatakan nya Padahal selama ini aku dan ibu ku selalu ada dipihaknya kenapa itu yang ia katakan pada kami Segitu rendah kah harga diri kami bisa dia lakukan seenak nya Kembali..... "Aku takut jika harus mendengar nama itu dan tempat itu lagi membuat ku punya rasa dendam jika harus mendengar nya lagi bahkan bertemu orang orang seperti itu aku sudah tak sanggup lagi mas"ujar ku menangis dalam pelukan hingga baju nya basah karena berapa banyak air mata yang ku keluar kan. "Menangis lah sebanyak kamu mau dek,mas akan disini bersama mu agar kamu tidak takut lagi "ujar nya masih memeluk ku

More details
WpActionLinkContent Guidelines