Sajak Rindu untuk Ayah

Sajak Rindu untuk Ayah

  • WpView
    LECTURES 10,797
  • WpVote
    Votes 324
  • WpPart
    Chapitres 10
WpMetadataReadEn cours d'écriture
WpMetadataNoticeDernière publication dim., déc. 22, 2019
WpInfo
Poésie
Ayah, aku rindu. Tak bisa kujelaskan bagaimana rindu itu, Yah. Pastilah sangat berat. Ayah, apakah engkau rindu padaku juga? Ayah, janganlah pergi dulu. Ini sajak untukmu. Tanpamu, sajak ini takkan pernah ada. Tak apa jika ayah tidak membacanya. Tetapi, izinkan aku menuliskannya untukmu, Ayah. Pada rindu yang menemaniku setiap hari, ada pesan yang harus tersampaikan; Ayah, aku rindu. Aku ingin kau pulang. ______________________ Note: Ini ciptaanku sendiri, ya. Kalau ada yang ingin share jangan lupa cantumkan sumbernya :)
Tous Droits Réservés
#533
quote
WpChevronRight
Rejoignez la plus grande communauté de conteursObtiens des recommandations personnalisées d'histoires, enregistre tes préférées dans ta bibliothèque, commente et vote pour développer ta communauté.
Illustration

Vous aimerez aussi

  • Rajutan Kalimat Rindu
  • SajakSesak [Arief Aumar]
  • Indonesian Poetry
  • 10 Detik, Goodbye!
  • Tentang Sebuah Rasa [SUDAH TERBIT]
  • Tentang Kita
  • Jatuh Cinta itu Luka
  • Catatan hujan - "Quote&Poetry"
  • Perkata
  • Luka Lara Luna || END

Pada setiap kata yang kurangkai dalam catatan penuh kerinduan ini, entah mengapa ada banyak sekali "kamu" di dalamnya. Bagaimana aku dapat menulis sebanyak itu pun aku tak paham. Bagaimana rindu dapat hadir dalam setiap bayang-bayangmu yang semu pun aku tak tahu mengapa dapat kurangkai. Setiap kalimat rindu yang kurajut ini sengaja Ku buat agar kau paham dan mengerti. Agar kau dapat memahami dan mengetahui bahwa; aku rindu sebab aku peduli.

Plus d’Infos
WpActionLinkDirectives du Contenu