Just an Ordinary Man

Just an Ordinary Man

  • WpView
    Reads 33
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Jun 2, 2018
WpInfo
Non-Fiction
Ini hanya sebuah kisah mengenai kesederhanaan dan ketulusan kasih dari seorang yang "biasa". "Kak boleh Aku bicara jujur?" ucapnya lirih "Apapun untukmu my lady" Jawabku seraya tersenyum lembut, berharap akan kujumpai sedikit keterbukaan dan mungkin "kesempatan". "Sebelumnya Dri mau minta maaf kalau-kalau ucapan Dri akan menyinggung Kakak, sebenarnya Dri kurang menyukai sikap Kakak yang terlalu lebay hingga seringkali menggangu". "Terimakasih sudah mau jujur padaku my lady, dan aku sangat menghargai itu. Tapi apa aku boleh menyimpulkan kalau kamu lebih memihak laki-laki yang selalu menyakitimu daripada aku yang "biasa" ini?" "Aku tidak memilih siapapun!" elaknya, yang justru terlihat seperti meyakinkan dirinya sendiri. Aku selalu merasa suatu saat akan datang waktu dimana dia mulai menerima kehadiran serta perasaanku, bahkan tak jarang aku memimpikan mengenai sebuah "balasan", tapi semakin kesini aku jadi semakin meragu. Aku bukannya ragu dengan diriku dan perasaanku, karna aku yakin perasaanku padanya sudah lebih dari cukup untuk membuatku tidak mampu berpaling, namun raguku adalah tentang "apakah cintaku cukup ramah untuk tidak mengganggunya?". #JustanOrdinaryMan
All Rights Reserved
#80
cintasederhana
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Bukan Istri Bayaran(End)
  • Istri Cadangan
  • I Love You
  • Apilo✔
  • Sisi Gelap Mantan Pacar-ku [TAMAT🌻]
  • Turun Ranjang
  • JATUH CINTA SETELAH MENIKAH
  • My Diary
  • Suamiku Amnesia (REPOST)
  • (LENGKAP | SELESAI REVISI) Hello... Dudaku... (Sequel Off M.Gant)

#Prolog Seorang wanita tengah duduk di single sofa seraya menyandarkan punggungnya di sandaran sofa. Ia memejamkan matanya kemudian menghembuskan nafasnya. Tak jauh dari itu,tampak seorang pria yang berjalan dengan langkah cepat namun terdengar tegas. Mendengar suara langkah kaki itu,lantas wanita itu membuka kedua matanya dan menoleh untuk melihat siapa yang berjalan. Setelah dia melihat pemilik langkah kaki tersebut,senyumannya pun merekah. Ia berdiri dan berjalan menghampiri pria itu. "Bagaimana?" Tanya wanita itu seraya terus mengikuti pria tersebut yang tetap saja berjalan. Pria tersebut duduk diikuti dengan wanita itu disebelahnya. Wanita itu terus saja menatap wajah pria tersebut yang menampakkan ekspresi kesal. "Ayahku belum menyetujuinya." Akhirnya pria tersebut membuka suara. Wanita itu mengeryit tatkala mendengar jawaban yang terlontar oleh pria disebelahnya ini. "Dia bilang,saudaraku belum memiliki pasangan ataupun calon. Kita berdua harus menunggunya hingga dia menikah. Dan aku tidak boleh mendahuluinya." "Lalu bagaimana ini? Kembaranmu itu bahkan belum memiliki calon. Bagaimana dia ingin menikah. Mau sampai kapan kita menunggunya? Sampai anak di kandunganku ini lahir dan semua orang akan tahu bahwa aku hamil diluar nikah karenamu? Keluargaku dan keluargamu akan malu jika hal ini sampai terjadi." Pria tersebut mengusap lengan kiri sang wanita bermaksud agar wanita yang ada disebelahnya tenang. "Itu tak akan terjadi,Sayang. Akan kupastikan jika nantinya adikku itu memiliki calon dan kita berdua bisa menikah." Pria tersebut tersenyum diikuti dengan sang wanita yang juga ikut tersenyum.

More details
WpActionLinkContent Guidelines